Baru 10,29 % Penduduk Indonesia Sudah Divaksin Lengkap, Kapan Selesainya?

JAKARTA –  Sebanyak 21.436.908 orang telah menyelesaikan vaksinasi kedua alias lengkap. Sementara penerima vaksin pertama sebesar mencapai 48.106.208 orang. Artinya baru tercapai 10,29 persen dari target 208.265.720 orang penduduk Indonesia yang mendapatkan dua kali vaksin.

Dari capaian itut, 1.461.882 tenaga kesehatan telah menyelesaikan vaksinasi COVID-19 dari 1.468.764 orang yang ditargetkan pemerintah. Untuk kategori lanjut usia terdapat 3.216.042 orang yang sudah menerima dua kali vaksin. Targetnya 21.553.118 orang.

Sementara untuk petugas publik dari 17.327.167 orang yang ditargetkan sudah 12.160.089 orang yang menyelesaikan vaksinasi. Pemerintah sendiri memiliki target 141.211.181 orang dalam kategori masyarakat rentan dan umum. Hingga saat ini, sebanyak 4.577.115 orang telah mendapatkan vaksin dosis kedua.

Untuk kelompok 12-17 tahun, yang usia program vaksinasinya baru dimulai Juli lalu, terdapat 21.780 orang yang sudah mendapatkan vaksin lengkap. Targetnya 26.705.490 orang.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Bintang Puspayoga mengatakan, sejak vaksinasi anak usia 12-17 tahun dilakukan, pemerintah melakukan berbagai percepatan. Berdasarkan koordinasi dengan berbagai kementerian, program vaksinasi mulai direncanakan.

“Program vaksin untuk anak sudah diluncurkan pemerintah untuk usia 12-17 tahun. Target ini masih dikejar. Sekarang kami sedang kejar vaksin melalui sekolah. Karena melalui sekolah diyakini target akan cepat tercapai,” ujar Bintang, Selasa (3/8).

Menurutnya, pertimbangan sekolah sebagai bagian dari penyelenggara vaksin agar alur vaksinasi berjalan dengan baik. Selain itu, anak-anak pun terhindar dari tidak saat vaksinasi. Karena tidak bercampur dengan orang dewasa.

“Kalau di sekolah akan menghasilkan anak-anak dari sebuah. Jika di sekolah anak-anak pasti mengikuti aturan sekolahnya. Lalu alur program bisa diatur sebaik-baiknya. Sehingga anak-anak bisa mendapatkan vaksin dan tetap menerapkam protokol kesehatan,” pungkasnya. (fin.co.id)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan