oleh

Tak Ingin Pencairan Insentif Kembali Telat, Pemda Jabar Minta RS Percepat Permohonan

BANDUNG – Guna tidak terjadi kembali keterlambatan penyaluran Insentif untuk Tenaga Kesehatan (nakes) penanganan Covid-19, Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil meminta pihak Rumah Sakit untuk tidak menunda-nunda permohonan.

“Keterlambatan pencarian insentif naskes kemari pada dasarnya karena Rumah sakit telat menyampaikan permohonan. Mungkin karena sibuk kedaruratan PPKM. Maka kesdepannga harus dipercepat,” ucap Emil disaat Jumpa Pers melalui Zoom di Bandung, Kamis (29/7).

Baca Juga:  Selain Terdaftar di DTKS dan BPJS, Satu Keluarga di Cicalengka Dapat Pasokan Listrik Gratis

Ia pun membantah, jika Pemda Jabar telat dalam penyaluran insentif nakes. Sebab, tagihan-tagihan dari pihak rumah sakit belum diajukan ke Pemda.

“Jadi bukan Pemprov Jabar telat bayar. Tapi tagihannya tidak ada. Kami sudah melakukan konsistensi dan mengingatkan rumah sakit sehingga sekarang kurang lebih sudah sesuai target,” cetusnya.

Gubernur yang gemar melukis itu menjelaskan, saat ini penyaluran insetif nakes sudah mencapai 50 persen. Ia menguku, Pemda Jabar telah mempercepat dan memudahkan pencairan untuk nakes.

Baca Juga:  Dewan Komentari Kerja Sama Pemprov Jabar dengan Korea Selatan, Ini Katanya

“Ada 50 persennan sudah terbayar ditengah tahun ini. Tadinya hanya 16 sampai 19 persen. Kami akan terus membina RS untuk disiplin waktu dalam mengajukan usulan insentif tenaga kesehatan,” jelasnya.

Terakhir, ia pun menuturkan, seharusnya pencairan nakes pun kalau bisa sangat cepat. Sebab, mereka (nakes) telah berjuang menjadi garda terdepan untuk melawan Covid-19.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga