JABAR EKSPRES – Ada lima jenis money personality menurut psikoterapis, pelatih keuangan, dan pelopor di bidang psikologi keuangan, Olivia Mellan. Kalau penasaran kamu kategori kepribadian yang mana berarti harus baca artikel ini sampai tuntas.
Pernahkah Anda mendengar tentang money personality sebelumnya? Jika belum, arti money personality atau kepribadian keuangan ialah representasi sikap serta kebiasaan saat seseorang berurusan dengan uang sebagaimana mengutip dari CNBC Indonesia.
Setiap orang pastinya memiliki cara berpikir atau sudut pandang masing-masing ketika dihadapkan dengan situasi terkait mengatur finansial. Penting bagi setiap orang untuk memahami money personality supaya bisa lebih memahami diri sendiri.
Baca Juga:Spesifikasi PC Minimum dan Rekomendasi untuk Main EA FC 26, Rilis 26 September 2025!Ini 4 Motor Matic Harian Paling Worth It Dibeli di 2025: Irit, Bandel, Murah!
Memahami tipe kepribadian keuangan memungkinkan seseorang mengidentifikasi kebiasaan dan kecenderungan yang memengaruhi keputusan finansial mereka. Dengan menyadari money personality, setiap orang bisa berusaha mencapai keseimbangan yang lebih baik dalam urusan mengelola keuangan.
Olivia Mellan mengklasifikasikan kepribadian seseorang dalam mengatur keuangan menjadi lima kategori berbeda. Ada ‘The Saver’, ‘The Spender’, ‘The Amasser’, ‘The Avoider’, dan ‘The Monkey Monk’.
Setiap money personality tersebut memiliki karakteristik tersendiri mengenai pandangan serta kebutuhan mereka akan uang. Berikut masing-masing penjelasan dari kelima kepribadian keuangan versi Olivia Mellan.
5 Jenis Money Personality Versi Olivia Mellan
The Saver
Orang yang mengutamakan uang untuk lebih baik ditabung masuk kategori The Saver. Tipe ini merasa takut jika harus membelanjakan uangnya, bahkan sedikit belanja pun bisa menyebabkan rasa bersalah.
Dampaknya, orang dengan kepribadian The Saver hidupnya jadi serba ditahan dalam hal pengeluaran. Sebaliknya, orang-orang dalam kategori ini akan merasa aman apabila saldonya bertambah.
The Spender
Sementara itu kalau kamu merasa bahwa menghabiskan uang sah-sah saja karena sudah capek-capek bekerja maka masuk kategori The Spender. Mereka menjadikan belanja sebagai self rewards karena belanja dinilai sebagai pelarian stress.
Namun mengutip akun Instagram @qm_financial, para The Spender cepat kehabisan uang lantaran gaya hdiupnya sering kebablasan. Orang-orang ini pun sulit menabung dan merasakan penyesalan di akhir.
