Vaksinasi Untuk Penyandang Disabilitas Harus Ada Pendampingan Khusus

BANDUNG – Akses kepada vaksinasi Covid-19 seharusnya bisa merata untuk seluruh lapisan masyarakat Indonesia, termasuk penyandang disabilitas. Pemerintah diminta memastikan hak-hak penyandang disabilitas terpenuhi.

Sejumlah fasilitas juga mesti disiapkan untuk memastikan akses penyandang disabilitas mendapatkan vaksin, mudah. Kemudian ketika melaksanakan vaksin, mereka juga harus diberikan pendampingan khusus.

Pelaksanaan vaksinasi dari Organisasi Forum Bandung Sehat yang diselenggarakan di Gedung Binangkit PKK Kota Bandung menyediakan vaksinasi bagi penyandang disabilitas dan mereka pun diberi pendampingan khusus.

“Kami menyediakan fasilitas ada kursi roda. Kemudian pendampingan ada dari petugas dan juga relawan serta untuk teman-teman tuli ada juru bahasa isyarat, tapi ada juga teman-teman disabilitas yang bawa pendampingnya sendiri,” ujar Pelaksana Harian Rumah Pencinta Inklusi Dr. Diah Puspitasari saat ditemui di Gedung Binangkit PKK Kota Bandung, Senin (28/6).

Diah menekankan bagi penyandang autisme memang harus benar-benar didampingi oleh orang-orang yang biasa menangani ataupun oleh keluarganya.

“Untuk penyandang autis itu memang harus ditemani oleh dua orang. Karena jarang sekali mereka itu disuntik. Jadi untuk autis harus ada pendampingan. Kemudian untuk yang tunarungu berjalan dengan lancar dan yang lainnya juga tidak ada masalah alhamdulillah,” katanya.

“Antisipasi dari panitia sudah menyarankan sebelum pendaftaran itu didampingi. Karena biasanya mereka kurang nyaman dengan orang baru ya. Jadi harus didampingi orang yang betul-betul kenal dan yang sehari-hari pegang. Tapi tadi ada beberapa yang hadir (penyandang autisme) dan so far mereka tenang sih,” sambung Diah.

Ia pun berharap untuk ke depannya Pemerintah Kota Bandung dapat memberikan kemudahan untuk pelaksanaan vaksin bagi disabilitas.

“Harapan ke depannya bisa lebih memberikan support yang lebih. Mungkin untuk temen-temen yang disabilitas berat kalau memungkinkan nanti apakah Dinas kesehatan melakukan penjemputan. Atau door to door ke temen-temen yang memang secara mobilisasi sudah sulit. Sehingga cakupan vaksinnya ini menjadi lebih luas,” pungkasnya.
(MG8)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan