CIMAHI – Penyebaran Kasus Covid-19 di Kota Cimahi terus meningkat dan dikhawatirkan akan menjadi zona merah. Dari hasil evaluasi PPKM Mikro ke-12, Kota Cimahi saat ini masih zona oranye. Namun, jika masyarakat masih tidak mematuhi aturan protokol kesehatan, tidak lama lagi Cimahi juga akan mencapai zona tersebut.
“Perhari ini masih oranye, tapi mungkin empat strip lagi bisa jadi zona merah. Jadi hampir ya, belum jadi zona merah. Masih oranye, apalagi kalau kita tidak mengendalikan, bisa menjadi zona merah,” ujar Plt. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, Gedung Aula A Pemkot Cimahi, Selasa (15/6).
Berdasarkan keputusan dari pelaksanaan evaluasi PPKM, Satgas di tingkat Kelurahan Cimahi diminta untuk memberi imbauan pada RW yang berstatus zona merah agar lebih memantau mobilitas masyarakat dengan membatasi akses dan menggunakan satu pintu untuk keluar masuk.
Baca Juga:Integrasi Ekosistem BUMN Sektor UMi – UMKM, Pemerintah Konsolidasikan Melalui BRIGubernur Jabar Perintahkan Semua Tempat Wisata dan Hiburan Ditutup
Hal ini dilakukan agar pendatang yang berasal dari luar daerah yang ingin melintas tidak melewati wilayah tersebut.
“Kemudian aktivitas dari Kelurahan bersama Bhabhinsa, lebih aktif untuk mengadakan patroli-patroli di tempat kerumunan. Juga termasuk pasar modern dan sebagainya tutup jam 9 malam. Dan kita akan melaksanakan patroli di jalanan,” jelasnya.
Ia meminta petugas Satgas Covid-19 untuk memantau pasar kaget di wilayah Kelurahan di Kota Cimahi agar masyarakat tidak berkerumun.
“Kemudian Satpol PP, Damkar supaya melaksanakan penyemprotan di seluruh Cimahi secara bertahap bergantian sehingga kendaraan Damkar yang digunakan, yang mempunyai dioperasionalkan semuanya,” terangnya. (Mg5)
