oleh

Coreng Nama Kota Santri, Polisi Harus Usut Tuntas Kasus Pemerkosaan Bergilir

TASIK – Aktivis Muslim Tasikmalaya Ustaz Iri mendorong kepolisian mengungkap kasus pemerkosaan secara bergilir oleh tiga pemuda terhadap gadis di bawah umur yang dilakukan di sebuah pemakaman di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.

“Ini sudah sangat keterlaluan, dan mencoreng nama Kota Tasik sebagai Kota Santri. Maka saya berharap Polisi bisa mengungkap secara terbuka,” ujarnya kepada Radar, Senin (3/5/2021).

Menurut dia, adanya kejadian gadis yang diperkosa secara bergilir patut menjadi catatan penting bagi semua pihak. Sebab hal ini dilaksanakan di bulan suci Ramadan. ”Tentu ini wajib menjadi catatan serius, karena begitu tidak bermoralnya tiga pemuda tersebut. Sehingga kasus ini tidak bisa diabaikan,” tuturnya seperti dikutip dari Radar Tasikmalaya (Fajar Indonesia Network Grup).

Baca Juga:  Fakta Gadis 16 Tahun yang Digilir 17 Pemuda, Sebelum Kejadian Videonya Viral di Tiktok

Ketua GP Ansor Kecamatan Tamansari, Elan Hudayanto menyesalkan adanya kejadian tersebut. Dia tidak menyangka di wilayahnya bisa terjadi tindakan asusila yang tak bermoral. “Saya merasa malu di Tamansari ada hal seperti itu,” ujarnya.

Elan sangat mengecam dengan perbuatan para pelaku yang sudah jelas sebagai kemaksiatan. Apalagi dilakukan di bulan Ramadan yang seharusnya bisa meningkatkan ibadah lebih giat. “Bagaimana pun, perbuatan pelaku jelas tidak bisa dibenarkan,” katanya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga