oleh

Dansektor 1 Satgas Citarum Menerapkan Sanksi Kepada Masyarakat yang Mencabut Pohon

“Kami menangkap tiga orang yang sedang merabut pohon, sehingga kami memanggil orang tua mereka, agar mengetahui bahwa anak-anaknya melakukan kesalahan dan harus diberikan sanksi dengan menanam pohon dan bekerja selama dua Minggu,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat yang berada di sekitar wilayah sektor 1 sudah mulai paham, meski keseharian mereka menanam sayur tetapi tanamannya sudah ada tumpang sari.

“Tetapi masyarakat agak jauh masih bandel, melihat ada tanaman keras main cabut saja,” ujarnya.

Baca Juga:  PPKM Darurat, Kapolres Sumedang Harap Mobilitas Masyarakat Menurun

Purwadi menerangkan, saat ini pihaknya menanam berbagai pohon keras, seperti kopi, coklat, tarum buah-buahan, vetiver dan tanaman endemik lainnya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya pun sedang melakukan pembibitan pohon tarum yang merupakan Ikon. Pasalnya Sungai Citarum awalnya dari Pohon Tarum.

“Saya sudah menanam pohon tarum sebanyak 350 pohon di wilayah Cisanti. Dan sebagian lagi masih pembibitan, apabila bibit pohon tarum sudah siap tanam maka akan dibagikan ke sektor-sektor Satgas Citarum harum, dan saya pun akan menanamnya di setiap bantaran sungai. Karena pohon tarum merupakan Ikon sungai Citarum,” kata Purwadi.

Baca Juga:  Mobilitas Masyarakat di Kota Bandung Turun hingga 30 Persen, Ini Pesan Kapolrestabes

Menurutnya, masyarakat yang ada di wilayah Kertasari merupakan para petani sayuran sehingga pihaknya harus membujuk masyarakat, meskipun menanam sayuran tapi harus ada tumpang sari tanaman kerasnya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga