oleh

Ridwan Kamil Sebut 100 Ribu Ladang Migas Marginal Tak Dimanfaatkan Pertamina

BANDUNG – Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) Ridwan Kamil terus mendorong agar lapangan migas marginal yang selama ini dikelola PT Pertamina (Persero) bisa dialihkan pengelolaannya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Ketua Asosiasi sekaligus Gubernur Jawa Barat itu menyebutkan, di Indonesia terdapat sebanyak 100 ribu ladang marginal yang tidak dimanfaatkan oleh Pertamina. Namun untuk data di Jabar, dirinya tidak menyebutkan.

Baca Juga:  Minta Suntikan Modal, BUMD Jabar PT. Jamkrida Ajukan Perda ke Dewan, Begini Alasan Dirutnya

“Kalau jumlah ladang marginal itu se-Indonesia lebih dari 100 ribu, kalau Jabar sendiri BUMD PT Hulu Migas Jabar sudah siap untuk mengelola,” ucap Emil di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (23/4).

Menurutnya, pengelolaan sumur minyak yang tak terurus dilimpahkan kepada BUMD tujuannya agar meminimalisir praktek ilegal yang marak.

“Mendukung jika ada sumur marjinal yang tidak digunakan bisa dimanfaatkan oleh BUMD untuk mengurangi potensi ilegal yang dilakukan banyak kasus,” katanya.

Baca Juga:  Masih Rendah, Tingkat Vaksinasi 3 Wilayah di Jawa Barat

Ia menjelaskan, dari seratusan daerah penghasil migas di Indonesia hanya dua daerah yang berhasil mendapatkan dana bagi hasil, yaitu Jawa Barat dan Kalimantan Timur.

Sementara daerah lain masih mengalami kesulitan karena harus menghadapi benteng administrasi yang sangat formal berupa kegiatan surat menyurat.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga