oleh

Ridwan Kamil Sebut Bakal Targetkan Insentif Nakes Tuntas Pekan Ini

NGAMPRAH – Permasalahan mandeknya pencairan insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) yang menangani Covid-19 nyatanya terjadi di beberapa wilayah di Jawa Barat, termasuk di Kabupaten Bandung Barat.

“Ini terjadi dimana-mana. Jadi sedang saya telusuri karena level insentif itu ada yang sebagian kewajiban kabupaten, sebagian provinsi, dan ada juga pusat,” ungkap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kepada wartawan, Senin (19/4).

Terkait insentif nakes di Bandung Barat, pria yang akrab disapa Emil itu mengatakan bakal menelusuri terlebih dahulu sumber insentifnya apakah oleh kabupaten, provinsi, atau pusat.

“Jadi yang KBB ditelusuri dulu itu jatah mana untuk dukungan terhadap nakes yang macetnya. Karena kita tahu KBB sedang ada permasalahan sehingga lini pelayanan publik dan birokrasinya sedang sedikit terganggu dengan masalah pak bupatinya,” kata Emil.

Emil menjanjikan permasalahan keterlambatan pencairan nakes di Bandung Barat dan daerah lain di Jawa Barat bisa segera diselesaikan pada pekan ini.

“Jadi saya dorong supaya hak nakesnya yang luar biasa bekerja sebagai pahlawan selama Covid-19 ini tidak terlambat. Komplain ini ada dari kabupaten lainnya, minggu ini coba saya urai dan selesaikan,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah KBB Asep Sodikin mengatakan, keterlambatan itu lantaran adanya perubahan pola pembayaran. Jika sebelumnya insentif nakes Covid-19 dibayarkan oleh Pemerintah Pusat, maka saat ini menjadi beban Pemerintah Daerah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga