Tantangan ketiga adalah ketimpangan digital. Di mana sektor TIK hanya dinikmati oleh kalangan berada dan berpusat di Pulau Jawa dengan DKI Jakarta dan Yogyakarta sebagai pusat TIK.
Data Badan Pusat Statistik mencatat sebanyak 50 persen rumah tangga di perkotaan telah menikmati layanan internet. Sedangkan di perdesaan baru 26,56 persen.
“Inilah yang menjadi anomali juga ketika Silicon Valley ala Indonesia itu dikhususkan untuk petani di Indonesia. Bagaimana caranya petani di desa bisa menggunakan teknologi tetapi aksesnya sangat rendah dan bagaimana cara mereka memanfaatkan Silicon Valley,” papar dia.
Baca Juga:Kasus Ekspor Benih Lobster, Mantan Menteri KP Edhy Prabowo Didakwa Terima Suap Bernilai FantastisDidakwa Kasus Suap Rp25,7 M, Edhy Prabowo: Saya Tidak Bersalah, Hanya Bertanggung Jawab
Silicon Valley ala Indonesia atau Bukit Algoritma akan dibangun pada lahan 888 hektare di Cikidang dan Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat. Nilai total proyek ini mencapai Rp18 triliun. (antaranews)
