oleh

Miris, Indonesia Mulai Klaim Islam Radikalisme

JAKARTA– Anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon melalui siaran pers-nya, Senin (12/4), mengatakan bahwa Di Indonesia, label radikal kini secara politis telah dikonotasikan kepada kalangan dan umat beragama silam. Sehingga, tuduhan itu umumnya tidak bisa dipertanggungjawabkan serta pihaknya mengakui secara konsep sudah jelas keliru dan salah. Inilah kenapa umat Islam cenderung jadi sensitif ketika ada tuduhan radikalisme. Sementara lain sisi, ada kelompok bersenjata yang jelas menantang ideologi dan keutuhan NKRI, hanya disebut kriminal bersenjata.

Baca Juga:  78.560 Pasien Covid-19 Wisma Atlet Dinyatakan Sembuh

“Kelompok-kelompok yang sudah jelas memberontak, atau melakukan kekerasan bersenjata, malah diberi label eufimistik (penghalusan makna-red),” kata Fadli Zon.

Politikus Partai Gerindra ini melanjutkan, jika ada penceramah Islam yang menjelaskan Jihad maka langsung dicap radikal. Padahal makna Jihan bukan hanya soal perang.

“Ketika ada kelompok Islam menyerukan ajaran agamanya, seperti menyebut kata “jihad”, misalnya, stigma radikal langsung disematkan. Padahal, kata jihad sendiri memiliki makna yang luas,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ikan Channa untuk Pemula: Risalah Penghobi Sekaligus Peternak Channidae

Dia mengatakan, sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim, pejabat publik mestinya berhati-hati dalam melontarkan pernyataan terkait soal keislaman.

“Kita tak ingin kembali lagi ke zaman yang tak bersahabat dengan Islam dan umat Islam,” kata dia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga