oleh

Ombudsman Menduga Ada Maldministrasi Pada Wacana Impor 1 Juta Ton Beras

JAKARTA – Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika menduga ada maladministrasi dalam proses pengambilan keputusan impor beras di tingkat rapat koordinasi terbatas antar kementerian. Namun, hal itu masih dugaan karena belum dapat dibuktikan kebenarannya.

“Kami akan dalami bagaimana mekanisme rakortas dalam penentuan importasi beras ini. Kami mencium adanya maladministrasi,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (24/3).

Yeka memaparkan, dugaan maladministrasi terjadi lantaran keputusan impor beras diputuskan di tengah kecukupan stok dan kebutuhan beras. Menurutnya, dari tingkat produksi, hingga pengadaan beras untuk masyarakat dinilai masih cukup.

“Produksi nggak masalah, stok beras nggak ada masalah sehingga kami melihat ini jangan-jangan ada yang salah dalam memutuskan impor beras ini,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengacu pada data stok beras nasional berada di Perum Bulog dan beras yang beredar di pasar. Di Bulog ada sebanyak 859.000 ton stok beras, 23 ribu di antaranya digunakan untuk beras komersil Bulog.

Meskipun demikian, sekitar 300-400 ribuan ton beras Bulog berpotensi turun mutu dan tak bisa digunakan dalam waktu dekat, artinya Bulog diperkirakan memiliki 400-500 ribuan ton beras yang bisa digunakan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga