Terlebih, kata dia, teknologi produksi garam juga tergolong mudah dan tidak ribet.
“Jangan sampai semua regulasi yang berkaitan dengan importasi apapun pada akhirnya menurunkan produksi, seperti pada tahun 80-an di mana Indonesia berhasil swasembada bawang putih. Tapi ketika mulai diotak-atik oleh oknum agar dibuka keran impor, habislah. Garam saat ini harganya cuma harga Rp. 100 per kilo, siapa yang mau jadi petani garam,” pungkasnya. (win)
