Koordinasi Lancar, SMPN 7 Bandung Bakal Gelar Pensi di Sekolah

Koordinasi Lancar, SMPN 7 Bandung Bakal Gelar Pensi di Sekolah
Ilustrasi SMPN 7 Kota Bandung.
0 Komentar

BANDUNG – Dukung kreativitas dan daya analitis para peserta didik di SMP Negeri 7 Kota Bandung menggelar Pentas Seni (Pensi) di sekolah.

Untuk mendapatkan hal tersebut, pihak sekolah sebelumnya telah berkoordinasi dengan para pihak terkait.

Hal tersebut disampaikan kepala SMP Negeri 7, Lukman Surya Saputra di lokasi, Jl Ambon, Kota Bandung, Rabu (17/3).

Baca Juga:Pecahkan Rekor Miliknya, Pele Beri Selamat kepada Cristiano RonaldoVaksinasi COVID-19 Ratusan Lansia, Dinkes Kota Bogor Pakai Pola ‘Drive Thru’

‎”Kita dari awal sudah bekerja sama dengan tim gugus tugas kecamatan. Bahkan, saat kegiatan juga menghadirkan Satgas Covid-19 dan pihak keamanan seperti trantib untuk menjamin ketertiban Protokol Kesehatan.‎ Kami ingin memastikan semuanya aman,” ujarnya.

“Dan alhamdulilah, ini juga diapresiasi oleh Pak Wakil Wali Kota,” tambahnya.

Menurut Lukman, pensi ini memiliki tujuan untuk mendorong kreativitas dan mengakomodir para siswa, khususnya di SMPN 7 Kota Bandung.

“Ini kegiatan Pensi yang tiap tahun kita laksanakan. Sekaligus Milad ke-69. Kita merasa ketika anak-anak berada di rumah saat masa pandemi ini, tetap ruang kreasi ini harus ada karena memang energi kreatifitas anak itu kan luar biasa harus ada ruang diberikan,” katanya.

Lukman menyebut, pensi yang digelar kali ini berbeda jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun ini, Pensi yang digelar menggunakan konsep daring.

“Kami sebetulnya berpikir panjang apakah bisa tidak melaksanakan acara, tapi alhamdulilah kita bisa kemas dengan hybrid. Online dan live streaming,” katanya.

Lukman menambahkan, pihaknya melibatkan setidaknya 50 orang untuk menggelar Pensi tersebut. Mereka yang hadir di sekolah rata-rata merupakan tim yang menerima file penayangan.

Ia juga memastikan, peserta didik yang ikut dalam perlombaan Pensi tidak hadir di lokasi.‎

“Jumlah hadir di sini ada 50 lah, IT, guru, dan anak-anak di rumah menyaksikan live streaming. Jadi mereka di rumah, mengirim video ke tim editing di sekolah ada guru dan sekolah ada juga alumni yang profesional,” cetusnya. (mg1)

0 Komentar