oleh

Diduga Perbudak Ribuan Anak, Perusahaan Nestlé akan Hadapi Gugatan

WASHINGTON – Delapan anak yang mengaku dijadikan budak di perkebunan kakao di Pantai Gading telah melancarkan tindakan hukum terhadap perusahaan cokelat terbesar dunia itu. Mereka menuduh perusahaan telah memfasilitasi serta mendukung aksi perbudakan ilegal terhadap “ribuan” anak di perkebunan kakao dalam rantai pasokan mereka.

Diketahui, bukan hanya perusahaan Nestlé saja yang mendapatkan gugatan, pun perusahaan Cargill, Barry Callebaut, Mars, Olam, Hershey dan Mondelēz telah ditetapkan sebagai terdakwa dalam gugatan yang diajukan di Washington DC oleh firma hak asasi manusia International Rights Advocates (IRA).

Baca Juga:  Tidak Mudik dan Boleh Piknik, Disparbud Pastikan Tempat Wisata Siap Dikunjungi Libur Lebaran 2021

Gugatan tersebut atas nama delapan mantan budak anak yang mengatakan bahwa mereka dipaksa untuk bekerja tanpa bayaran di perkebunan kakao di negara Afrika barat.

Para penggugat, yang semuanya berasal dari Mali dan sekarang sudah berumur cukup dewasa, mereka tengah mencari ganti rugi untuk kerja paksa dan kompensasi lebih lanjut karena mengalami ketidakadilan saat bekerja, pengawasan yang lalai, dan penyiksaan emosional yang disengaja.

Baca Juga:  Sambut Hari Kartini, Krisdayani Berharap Semakin Banyak Kaum Perempuan Terjun ke Politik

Dalam klaim di persidangan, kedelapan penggugat menggambarkan bahwa mereka telah ditipu ketika bekerja di Mali, sebelum diperdagangkan melintasi perbatasan ke perkebunan kakao di Pantai Gading.

Di sana, mereka dipaksa bekerja – seringkali selama beberapa tahun atau lebih – tanpa bayaran, tanpa dokumen perjalanan, dan tidak tahu di mana mereka berada atau bagaimana kembali ke keluarga mereka.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga