“Seperti kemarin di Poltekkes juga kurang lebih ada 2.100 yang divaksin. Itu kan mungkin sekiter 80 persen juga warga Kota Bandung. Di sini 3.000, relatif sekitar 80 sampai 90 persen nakes Kota Bandung,” lanjutnya.
Menurut Yana, ini bisa mempercepat vaksinasi Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, baik di Fasilitas Kesehatan Negeri maupun Swasta.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa mempercepat (vaksinasi). Dan ke depan para penyintas dan orang yang sudah divaksin bisa membentuk kekebalan kelompok atau Herd Immunitynya lebih cepat,” harapnya.
Baca Juga:Jiwa Seorang Relawan Tak Akan Pernah HilangTelegram Luncurkan Fitur Baru, Bisa Impor Riwayat Chat dari WhatsApp
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama RSHS, dr. R. Nina Susana Dewi mengatakan Gebyar Vaksin Covid-19 ini bisa terselenggara atas hubungan yang sangat baik antara Kemenkes, Dinkes Kota/Kabupaten mau pun Jawa Barat, KKP, Poltekkes, dan RSHS.
“Jadi yang bekerja ini gabungan. Kami sebagai masyarakat Jawa Barat yang cinta Jawa Barat dengan segala upaya ingin meningkatkan supaya pencapaian target lebih cepat,” imbuhnya.
Salah seorang penerima vaksin Neti Rustika Yanti mengatakan, dirinya yang seorang pengajar keperawatan kerap mendatangi rumah sakit. Sehingga, vaksinasi perlu dilakukan menambah kekebalan tubuhnya.
“Karena saya kan suka ke rumah sakit karena memang perlu. Saya dosen keperawatan, tapi sering ke rumah sakit bimbing mahasiswa,” pungkasnya. (erwin)
