Benteng 3M Jebol, Kasus Covid-19 di Jabar Tembus 150.366 Jiwa

Benteng 3M Jebol, Kasus Covid-19 di Jabar Tembus 150.366 Jiwa
MAKIN MELONJAK: Gubernur Jabar saat berdiskusi dengan Menkes terkait penanganan korona yang tak terkendali melalui virtual, kemarin (1/2). (FOTO HUMAS PEMPROV JABAR)
0 Komentar

“Kita sekarang ada 500 (orang), 500 juga anggarannya Rp 80 miliar yang saya sediakan. ‘Kenapa cuma 500 Pak Gubernur? duitnya juga, ya seadanya hatur lumayan’,” katanya

“Makanya harapannya Pak Menkes paham triliunan dari Pak Menkes gitu kan, miliar dari kami, sebagian miliar dari kota/kabupaten supaya tidak 100 tapi 1.000 Puskesmas,” ungkapnya.

Sementara itu, perkembangan Covid-19 di Jawa Barat berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 per Minggu (31/1) memperlihatkan sebanyak 150.366 orang terpapar covid-19. Dari jumlah itu, 117.251 orang dinyatakan telah pulih, sementara 1.932 orang meninggal dunia.

Baca Juga:Puluhan Ton Ikan di Cirata Mati, Petani Merugi Jutaan RupiahEmil Pastikan Tak Ada Diskriminasi Pendidikan di Perda Pesantren

Sementara, Presiden Joko Widodo mengakui penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan laju penularan Covid-19 tidak efektif.

Hal itu disampaikan Jokowi melalui video yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (31/1/2021). “Yang berkaitan dengan PPKM tanggal 11-25 Januari, kita harus ngomong apa adanya ini tidak efektif. Mobilitas juga masih tinggi karena kita memiliki indeks mobility-nya. Sehingga di beberapa provinsi Covid-nya tetap naik,” kata Jokowi.

Ia mengatakan implementasi PPKM yang semestinya membatasi aktivitas dan mobilitas masyarakat tak mampu melakukan kedua hal tersebut. Karen itu meminta ke depannya implementasi PPKM diperkuat dan para menteri dan kepala lembaga terkait benar-benar mengetahui kondisi lapangannya.

Ia pun mengakui implementasi sejumlah aturan di lapangan masih belum konsisten sehingga banyak aturan yang dilanggar. “Tapi yang saya lihat di implementasinya kita tidak tegas dan tidak konsisten. Ini hanya masalah implementasi ini. Sehingga saya minta betul-betul turun di lapangan. Tetapi juga siap dengan cara-cara yang lebih praktis dan sederhana agar masyarakat tahu apa sih yang namanya 3 M itu,” tutur Jokowi.

“Siapkan juga masker yang memiliki standar-standar yang benar. Sehingga masyarakat kalau yang enggak pakai langsung diberi, (disuruh) pakai, diberi tahu,” lanjut Presiden.

Adapun sebelumnya Jokowi mengklaim pemerintah bisa mengendalikan pandemi Covid-19. Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat PPKM tahap pertama berakhir. Pernyataan Jokowi itu sontak mendapat kritik dari para epidemiolog karena hingga kini kasus Covid-19 di Indonesia masih belum melandai. (mg1/drx)

0 Komentar