oleh

Tanggapi Kasus Intoleransi di SMKN 2 Padang, Disdik Jabar Minta Masyarakat Laporkan Hal Demikian Jika Terjadi

BANDUNG – Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Wahyu Mijaya turut menanggapi dugaan kasus intoleransi yang terjadi di SMKN 2 Padang, Sumatera Barat. Menurutnya, sejauh ini tidak ditemukan kasus serupa di satuan pendidikan wilayah Jawa Barat.

“Kami mempedomani apa yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk menghindari adanya intoleransi, jadi kalau misalnya kejadian-kejadian mudah-mudahan di Jawa Barat tidak (ada),” ungkapnya kepada Jabar Ekspres, Rabu (27/1).

Wahyu mengatakan, pihaknya juga memberikan informasi dan himbauan agar tidak ada kejadian seperti halnya SMKN 2 Padang di Jawa Barat. Menurutnya, sejauh ini Disdik belum menemukan kejadian intoleransi di tingkat satuan pendidikan.

“Kami selalu melakukan rapat, pertama melakukan himbauan kepada para kepala cabang dinas yang akan diteruskan kepada satuan-satuan pendidikan. Kalaupun ada informasi di lapangan, diinformasikan rutin kepada kami. Insyallaah pergerakan arus informasinya kita lancar,” tuturnya.

Dia juga meminta masyarakat untuk melapor apabila menemukan tindakan intoleransi dari satuan pendidikan di setiap daerahnya. Kami harapkan itu (intelorensai) tidak terjadi. Kalaupun misalnya ada, dapat diinformasikan ke kami bisa melalui sekolah, cabang dinas, atau misalnya ke dinas pendidikan. Sehingga kami bisa menindaklanjutinya,” jelas Wahyu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.