oleh

Kepala BPOM Jelaskan Soal Kemandirian, Independensi Hingga Izin Terbit Use Authorization Vaksin Sinovac

BANDUNG – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito menyampaikan hal-hal yang menyangkut dengan lembaga yang dipimpinnya ketika menjadi narasumber pada acara webinar Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung, Sabtu (16/1). Ia juga membeberkan soal izin Emergency Use Authorization (EUA) vaksin yang terbit walaupun uji klinik vase tiga belum selesai.

Pada webinar dengan tema Ketahanan Kesehatan untuk Ketahanan Nasional, Penny menyampaikan beberapa poin yang menjadi concern pembicaraan, yaitu Kemandirian dan integritas badan POM , Indepedensi Badan POM , Persyaratan persetujuan penggunaan darurat , Percepatan dalam proses perijinan , Isu akan validitas data hasil uji klinik (EUA).

Menurut Penny, kemandirian dan integritas BPOM dilakukan dengan ikut bergabung kedalam forum-forum internasional dan menjadi narasumber pelatih.

“Badan pom melibatkan diri untuk membantu dan memberi training atau peningkatan kapasitas ke negara negara yang ekonominya lebih rendah atau berkembang seperti palestina, negara-negara OKI dan negara-negara rawan konflik,” bebernya.

Selain itu, Ia juga bercerita soal pertemuan antara kepala-kepala BPOM negara OKI di Jakarta pada tahun 2018 lalu dimana hal itu adalah yang pertama kalinya terjadi.

Tahun 2018 kami melakukan pertemuan pertama kepala badan pom seluruh negara-negara Organisasi Kerja sama Islam (OKI) bersama dengan Sekjen OKI itu di Jakarta 2018 dihadrii oleh lebih dari 30 negara-negara OKI. Tujuannya dengan OKI waktu itu ; untuk menunjukkan , sharing dan juga membawa mereka ke Indonesia melihat Biofarma sebagai satu industri farmasi yang menjadi contoh center of excellent.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga