oleh

BIJB Ditutup, Dewan Meradang

BANDUNG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Daddy Rohanady mempertanyakan kebijakan pemerintah soal aktivitas Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang yang beroperasi. Sementara, aktivitas Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) ditutup.

“Di sisi lain kondisi berbeda terjadi dengan BIJB Kertajati. Bandara Internasional yang diseting sebagai bandara kebanggaan masyarakat Jabar tersebut justru ditutup. Ironis (patimban dibuka),” sesal Daddy saat dihubungi, Kamis (14/1).

Menurutnya, selain karena pandemi Covid-19. Dengan berbagai pertimbangan, Pemerintah Pusat memindahkan operasional maskapai ke Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. Akibatnya, BIJB Kertajati seolah-olah mati suri.

“Akibatnya tidak ada lagi penerbangan dari/ke bandara yang terletak di Kabupaten Majalengka tersebut. Kini bandara tersebut lebih mirip salah satu studio foto terbesar,” ucapnya.

“Banyak pengunjung yang datang ke sana hanya untuk melihat-lihat. Bahkan, tidak sedikit yang melakukan pengambilan gambar untuk foto pra-nikah,” imbuhnya.

Politisi Gerindra ini menjelaskan, penutupan BIJB Kertajati ini konon kabarnya hanya sementara. Namun dirinya bertanya-tanya. Sampai kapan lantaran tak ada kejelasan.

“Sangat tidak elok rasanya bandara yang secara keseluruhan menelan APBD Jabar sekitar Rp 6 triliun lebih itu dibiarkan terbengkalai,” tegasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga