Pemerintah Tak Mau Terlalu Andalkan Vaksin Dari China, Vaksin Karya Anak Bangsa Harus Segera Rilis

Mulyanto menambahkan sekarang ini masyarakat menyorot kinerja dua lembaga ini. Masyarakat berharap MUI dan BPOM benar-benar menjadi benteng perlindungan hati-nurani serta tumpuan kepercayaan mereka.

Masyarakat ingin vaksin yang direkomendasikan benar-benar terjamin khasiat, keamanan dan kehalalannya.

“Masyarakat akan taat dan turut dengan apa yang akan direkomendasikan MUI dan BPOM,” tambahnya.

Sebelumnya, vaksin merah putih yang sedang dilakukan uji di dalam negeri dilaporkan sudah mencapai 60 persen. Lembaga biologi molekular Eijkman menegaskan, jika angka 60 persen merupakan tahapan skala laboratorium.

Kepala Eijkman Amin Soebandrio mengatakan, bibit vaksin merah putih, berdasarkan jadwal akan diserahkan Maret 2021 ke Bio Farma. Vaksin merah putih yang sedang dikembangkan berbasis subunit protein rekombinan dan menggunakan isalat virus SARS Cov-2yang bersirkulasi di Indonesia.

“Kalau dihitung presentasenya, sekitar 60 persen. Kita masih dalam proses untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi protein rekombinan yang sudah kami desain. Itu dihasilkan oleh sel mamalia maupun sel ragi,” tandasnya. (Fin.co.id)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan