Dia menjelaskan, konsekuensinya yang terjadi di Jabar hampir semua mayoritas dinas atau OPD belanjanya tergerus karena Covid-19 kurang lebih Rp 6,3 triliun.
“Ada dua hal, ke satu untuk belanja alat kesehatan, yang ke dua untuk jaring pengaman sosial. Jadi, anggaran yang tertelannya sekitar Rp 6,3 triliun itu dilakukan dengan 5 kali perubahan APBD,” jelasnya.
Daddy mengungkapkan, angka tersebut merupakan hasil kajian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar yang melihat bahwa fiskal get yang begitu besar. “Disatu sisi kita butuh pembangunan disisi lain PAD yang kita punya itu begitu kecil,” paparnya.
Baca Juga:Puluhan Wisatawan Reaktif Saat BerliburLuncurkan Aplikasi Sekolahan.id
Sementara itu, pada akhir tahun 2020, tepatnya pada (30/12), Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menandatangani Perjanjian Pinjaman Daerah Tahun 2021 antara Pemerintah Daerah Provinsi Jabar dengan PT. Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan Komitmen Bersama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa pinjaman daerah merupakan cara paling baik dan cepat dalam memulihkan mesin ekonomi di Jabar yang melambat akibat pandemi global Covid-19.
“Sekarang ibarat mobil, kita tengah dorong maju melalui dana pinjaman ini agar pertumbuhan ekonomi bisa bergerak cepat,” kata Emil.
Dijelaskannya, dana PEN Daerah bagi Jabar ini akan digunakan untuk belanja daerah dan bantuan keuangan kepada 22 kabupaten/kota untuk dikelola demi membangkitkan perekonomian di Jabar.
“Hanya Jabar yang berbaik hati dana pinjaman ini diberikan ke daerah untuk dikelola, saya titip juga dana PEN ini harus menggerakkan orang-orang yang kena PHK, tolong pastikan kontraktornya perhatikan kepada orang-orang yang kurang mampu,” pesan Emil.
Kepada para kepala daerah, ia pun menegaskan agar dana tersebut digunakan dengan mengusung asas kebermanfaatan bagi warga Jabar, terutama padat karya.
“Saya titip kepada kepala daerah agar dana tersebut ada asas manfaat bagi masyarakat melalui hasil pembangunan yang berkualitas. Urusan administrasi pun harus sukses dan lancar, ini menjadi sebuah tantangan bagi kita semua,” kata Emil.
Baca Juga:Tolak KBM Tatap Muka, Disdik Kota Bandung Pastikan Perpanjang PJJLarang Kendaraan Masuk Tol Baros, Berikan Sanksi Tegas bagi Pelanggar
Adapun dana pinjaman PEN Daerah yang diakses oleh Pemda Provinsi Jabar akan dialokasikan untuk membiayai kegiatan pembangunan infrastruktur strategis tahun 2021 yang bersifat pelayanan publik untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat dengan memperhatikan prioritas PEN.
