BANDUNG – Kementerian Riset, Tenologi dan Pendidikan Indonesia (Kemenristek Dikti) bersama Komisi VII DPR RI menyerahkan produk inovasi untuk penanganan Covid-19.
Adapun alat yang diberikan berupa ventilator, alat kesehatan, suplemen, alat rapid test, swab antigen, dan alat untuk penanganan Covid-19 lainnya.
Menristek Dikti, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan, inovasi ini akan diberlakukan di berbagai daerah di Indonesia untuk melakukan diseminasi hasil-hasil yang selama ini sudah dilakukan oleh konsorsium riset dan inovasi Covid-19.
Baca Juga:Ini Saran Robert untuk Pemain yang Dibidik Klub LuarSiapkan Tiga Modul Jitu, Persib Mulai Panaskan Sesi Latihan Virtual
“Dari Kemenristek dan komisi VII kami memberikan dukungan terhadap Pemulihan Ekonomi, terhadap UMK dalam bentuk teknologi tepat guna,” kata Bambang di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (9/12).
Dia menjelaskan, lewat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat produk alat tersebut akan disebar diberbagai rumah sakit, fasilitas kesehatan dan juga beberapa fasilitas pemerintah yang ada di daerah.
Tak hanya itu, Kementerian Riset, Tenologi dan Pendidikan Indonesia (Kemenristek Dikti) akan melakukan uji vaksin Merah Putih terhadap hewan pada tahun depan.
Menristek Dikti, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan bibit vaksin ke Biofarma untuk selanjutnya dilakukan uji kepada hewan.
“Kita akan melakukan uji hewan targetkan tahun depan dan sudah menyerahkan bibit vaksinya kepada Biofarma,” katanya.
Dia menjelaskan, setelah uji pada hewan berhasil, selanjutnya akan dilakukan uji klinis pada manusia dengan beberapa tahapan. Kemudian, lanjut Bambang, vaksin Merah Putih tersebut akan diajukan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk izin permanen.
“Setelah itu biofarma yang akan melakukan uji klinis pada manusia tahap 1,2 dan 3 dan tentunya nanti BPOM akan memberikan izin yang permanen,” jelasnya.
Baca Juga:Ikut Nyoblos, Ayu Ting Ting Pilih yang AmanahYanto Basna Sayangkan Febri Hariyadi Tolak Klub Thailand
Bambang mengungkapkan, ada enam universitas atau perguruan tinggi yang ditunjuk untuk pengembangan vaksin Merah Putih yaitu Ipman, Lipi, UI, ITB, UGM, dan Universitas Airlangga.
Sedangkan, dari keenam pengembang vaksin tersebut, hanya tiga lembaga yang progresnya paling cepat yakni Ipman, UI, dan Universitas Airlangga.
“Keenamya mengerjakan dengan flat from yang berbeda-beda tetapi tujuannya adalah melahirkan vaksin Covid-19 yang mengedepankan keamanan dan keefektifan,” ungkapnya.
