Satu Hafiz Muliakan Satu Desa

Satu Hafiz Muliakan Satu Desa
BERSINERGI: Ketua PWNU Jabar KH Hasan Nuri Hidayatulloh (Kiri), Asisten Daerah Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika (tengah), ketua JQH NU Jabar, KH Cecep Abdullah Syahid dan Sekretaris JQH NU Jabar KH Ali Khosim (Kanan) berphoto bersama. (RAQSANJANI/JABAR EKSPRES)
0 Komentar

BANDUNG – Ketua Pim­pinan Wilayah Jamiyyatul Qurra wal-Huffazh Nahd­latul Ulama (JQHNU) Jawa Barat KH Cecep Abdullah Syahid mengatakan, seba­nyak 217 peserta angakatan pertama dari lima Kota/Kabupaten ikuti diklat Satu Desa Satu Hafizz (Sadesha).

“Pada bulan lalu, Alham­dulillah kita telah melaksna­kan 2500 diklat para pe­serta pemberdayaan. Kali ini masuk pada fase diklat beasiswa Sadesha,” ucap KH Cecep saat memberikan sambutan di Bandung, Rabu (25/11).

KH Cecep menjelaskan, peserta diklat Sadesha ten­tunya ada perbedaan an­tara pemberdayaan dengan beasiswa. Menurutnya, kalau pemberdayaan itu para hafiz 30 juz yang ke­mudian diterjunkan ke ma­syarakat.

Baca Juga:Pemprov Jabar Bangun 20 Ribu Rumah Subsidi Bagi GuruAntisipasi Aksi Buruh, Polres Cianjur Tutup Jalur Protokol

“Tentunya juga dari nanti­nya sebagai pengajar Al­quran sekaligus pengajar tahfiz. Sebab, kalau sudah turun ke wilayah masyara­kat tentunya kemampuan masyarakat berbeda-beda,” jelasnya.

“Masyarakat itu ada yang sudah lancar membaca Al­qurannya kemudian bisa menghafal Alquran. Ada juga yang belum lancar membacanya. Sehingga peserta sadesha pember­dayaan harus menuntun masyarakat untuk bisa mem­baca Alquran,” imbuhnya.

Dikatakannya, diklat kali ini ialah beasiswa, tentunya sesuai dicantumkan dalam ketentuan-ketentuan. Yang notabenya pesertanya ke­banyakan mahasiswa dan santri.

“Khusus para peserta beasiswa ini adalah yang mereka mencapai 10 juz – 15 juz. Nah nanti dalam bebe­rapa tahun ke depan bisa mencapai 30 juz,” katanya.

KH Cecep pun mengung­kapkan, bahwa semakin banyaknya para hafiz yang disebar di tiap desa. Maka akan semakin banyak pula kebaikan untuk masyarakat daerah tersebut.

“Mudah-mudahan ini sangat baik, tentunya sang­at besar. Jangankan meraka yang menghafal Alquran, membacanya sehuruf saja mendapatkan satu kemu­lian menjadi 10 kebaikan,” ungkapnya.

Tentunya, ucap dia, alang­kah besarnya apabila yang akan dicapai untuk para pembaca dan penghafal Alquran. Sebab, membaca sehuruf pun bisa membe­rikan kebaikan.

Baca Juga:Sadis, Ibu Imingi Adiknya Imbalan Rp100 Juta untuk Habisi SuamiDisdik Jabar Seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah SMA/SMK

Menurutnya, tentunya selain dari fadilan mem­baca Alquran, kalau melihat sisi ketentuan menghafal Alquran. Tentunya kalau Gubernur ini sudah bisa menempatkan di satu desa satu hafiz itu sudah otoma­tis akan meleburkan dosa para masyarakat yang ada di desa tersebut

0 Komentar