oleh

ASN Banyak Dilaporkan ke Bawaslu

GARUT – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat (Jabar) menyebut bahwa selama masa kampanye pemilihan kepala daerah pihaknya banyak menerima laporan dugaan pelanggaran. Diantara pelanggaran yang banyak dilaporkan, adalah isu terkait netralitas aparatur sipil negara (ASN).

Ketua Bawaslu Jabar, Ab­dullah Dahlan mengatakan bahwa berdasarkan laporan penanganan di delapan kabu­paten/kota yang menggelar Pilkada, terdapat 132 perkara yang sedang ditangani.

“110 kasus merupakan temuan dari Bawaslu dan 22 laporan masyarakat. Dari 132 laporan ini, 46 laporan pelanggaran administrasi dan 16 pelanggaran kode etik. Lalu ada dua dugaan tindak pidana yang sedang ditangani,” kata Abdullah di Garut, Selasa (3/11).

Isu netralitas ASN, selama Pilkada yang digelar di delapan kabupaten/kota di Jawa Barat menurutnya memang cukup dominan karena memiliki hubungan erat antara birokrasi dan para calon. Jumlah laporan pelanggaran yang ditangani keseluruhan, setidaknya terdapat 44 pelanggaran terkait netralitas ASN itu.

Ia menjelaskan, untuk kasus yang melibatkan ASN memang diteruskan Bawaslu Jabar ke komisi ASN, sehingga sanksinya diberikan kepada yang berwenang. ”Menjelang pemilihan juga ada pelanggaran lain. Semisal pemberian paket barang-barang. Apalagi di tengah pandemi ini, ada beberapa yang ditangani seperti kasus di Cianjur,” ucapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.