oleh

Diduga Limbah B3 Tercecer dan Cemari Lingkungan

“Iya katanya untuk tanaman hias yang dikirim dari luar Cianjur,” tuturnya.

Tidak hanya di halaman masjid Rest Area saja. Bah­kan, ada lima truk lagi yang membuang di lahan kosong milik LMDH di Kampung Kulina, Desa Sukatani.

“Saya baru lihat ada tumpu­kan limbah ini saat pagi hari. Diduga dibuangnya pada malam hari,” ujar Rudi (36) warga sekitar.

Menurutnya, memang ser­ing ada truk besar mem­bawa limbah melintas di Jalan Lama Citarum. Bah­kan, pihaknya juga pernah memergoki truk tersebut membuang dilahan warga pada saat salat Jumat.

Baca Juga:  Kebijakan Larangan Mudik  Sudah Tepat, Seluruh Lapisan Masyarakat Harus Patuh

“Tadinya saya akan salat Jumat namun ada beberapa truk yang sedang membuang limbah dilahan warga, karena truknya lebih dari 3 truk saya berusaha melaporkan ke penjaga PJR. Tetapi saat itu tidak ada orang karena se­dang Jumatan, pas saya balik lagi mobil truk sudah tidak ada, hanya ada tumpukan karung yang diduga limbah B3,” ujar dia.

Sementara itu, Mahram (50) salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Haurwangi, menuturkan, limbah yang diduga men­gandung B3 yang dibuang diwilayah Kecamatan Haur­wangi, itu tidak memiliki etika dan mencemari lingkungan.

Baca Juga:  Di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19 India, 127 WNA Asal India Ini Dapat Izin Tinggal di Indonesia

“Diduga limbah itu dari pabrik kain yang ada di luar Cianjur. Sebab pabrik kain bi­asanya mengandung zat ber­bahaya atau B3. Mereka yang membuangnya mengelabui pemilik lahan dengan alasan itu pupuk organik,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga