Angka Kelahiran di Kabupaten Cianjur Masih Tinggi

Angka Kelahiran di Kabupaten Cianjur Masih Tinggi
PERIKSA KANDUNGAN: Seorang dokter tengah memeriksa ibu yang sedang hamil. Saat ini angka kelahiran di Kabupaten Cianjur masih tinggi.(ILUSTRASI)
0 Komentar

CIANJUR  – Angka kelahiran di Kabupaten Cianjur masih tinggi di banding kabupaten lain. Oleh karena itu, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Cianjur lakukan pembinaan ke kader Posyandu sebagai salah satu ujung tombak untuk menekan angka kelahiran.

“Kader Posyandu yang kita harapkan akan punya peran lebih besar lagi di banding tahun sekarang. Sekarang hanya berkutik dalam masalah pembi­naan kesehatan di Posyandu, di pos balita dan wanita hamil,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Cianjur, Himam Haris, kemarin (27/8).

Ia menuturkan, Plt Bupati Cianjur, H Herman Suher­man juga menginginkan agar Posyandu selalu mel­aksanakan pengendalian penduduk bersama dengan Pos KB desa.

Baca Juga:Jalan Penghubung Dua Desa Pesisir Karawang Tak Tersentuh PerbaikanKemarau, Waspada Penyakit Saluran Pernafasan

“Karena kami ingin menge­jar tingkat fertilitas atau an­gka kelahiran di Cianjur yang sampai saat ini masih tinggi di banding kabupaten lain,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan, kesadaran masyarat ternyata masih sangat sulit, apalagi untuk melaksanakaan meng­gunakan alat kontrosepsi yang jangka panjang sepetti IUD.

“Paling banter mereka menggunakan inplan. Yang kita harapan ke depan ada kesadaran yang lebih tinggi karena 5 tahun akan lebih aman, dari pada terus meng­gunakan hormon dengan suntik atau inplan. Nah ini yang harus dikejar oleh kita,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, untuk jumlah peningkatan angka kehamilan di masa pan­demi pihaknya belum bisa mengevaluasi karena baru bebeberapa bulan.

“Tapi pasti ada karena pe­layanan yang kita lakukan untuk alat kontrasepsi di Puskesmas atau di pelayanan kesehatan agak terbatas, den­gan adanya pandemi Cov­id-19 ini. Kemungkinan besar ada dampaknya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini untuk Posyandu yang sudah diberikan pembinaan di Ka­bupaten Cianjur sebanyak 2.956 posyandu, dan terdapat 16.000 kader.(job3/sri)

0 Komentar