CIANJUR – Ketua Dewan Kesenian Cianjur, Yusuf Gigan mengutuk perusakan rumah dalang muda wayang golek Kodrat Taryana. Ia mengatakan DKC siap mengadvokasi seniman muda asal Kecamatan Bojongpicung tersebut
“Perusakan rumah seniman wayang golek ini akan menjadi sinyalemen yang buruk bagi kebebasan berekspresi para seniman,” ujar Yusuf melalui sambungan telepon, kemarin (25/8).
Yusuf mengatakan, perbuatan persekusi dan represif ini juga mencerminkan hilangnya etika masyarakat yang selalu menjaga kesatuan dan persatuan.
“Kejadian ini mesti disikapi secara serius melalui jalur hukum,” katanya.
Baca Juga:Sudah 106 Warga Sukamulya Terserang ChikungunyaLuna Maya Berharap Nikah Tahun Depan
Ia mengatakan, sikap seperti ini tidak bisa dibiarkan karena akan berdampak buruk sebagai pembiaran pada sikap sikap intoleransi yang akhirnya akan berujung pada sikap anarki dan radikalisme dalam berbagai bentuknya.
“Kami akan melakukan advokasi kepada seniman muda wayang golek atas kejadian perusakan rumahnya oleh orang yang tak dikenal,” kata Yusuf.
Sebelumnya, rumah sang dalang muda, Kodrat Taryana (27), Kampung Cipangkalan RT 05/05, Desa Bojongpicung, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, dirusak orang tak dikenal Minggu (23/8) sekitar pukul 01.00 Wib.
Kodrat Taryana (27), menduga kerusakan rumahnya ada kaitannya dengan pementasan wayang golek yang ia lakukan pada Sabtu malam di Desa Cibarengkok tempat kelahirannya.
“Saya masih manggung di Cibarengkok, istri, anak, dan keponakan pulang duluan ke rumah, setengah jam istri pulang saya dapat kabar bahwa rumah ada yang merusak,” ujar Kodrat ditemui di rumahnya, Senin (24/8).
Kodrat mengatakan, ia sudah melaporkan kejadian perusakan rumahnya kepada Mapolsek Bojongpicung pada Minggu subuh.
“Saat ini saya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pengrusakan rumah saya,” katanya.(yis/sri)
