Ridwan Kamil Mulai Rangkaian sebagai Relawan Uji Klinis Vaksin COVID-19

Ridwan Kamil Mulai Rangkaian sebagai Relawan Uji Klinis Vaksin COVID-19
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi, Panglima Kodam (Pangdam) III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Kepala Kejaksaaan Tinggi (Kejati) Jabar Ade Adhyaksa usai mengikuti sejumlah pemeriksaan kesehatan uji klinis fase 3 vaksin Sinovac di Puskesmas Garuda, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Selasa (25/8)
0 Komentar

“(Jika lancar), maka bulan Januari (2021) produksi di Bio Farma akan dilakukan sehingga secepatnya akan diberikan kepada masyarakat Indonesia,” ujar Kang Emil.

Selain itu, Kang Emil berharap, keterlibatan dirinya dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar sebagai relawan bisa memberikan ketenangan dan keyakinan kepada masyarakat juga untuk menghindari berbagai informasi bohong atau hoaks terkait vaksin COVID-19.

“Kami bersama masyarakat. Kami pilih tempat pengetesannya di Puskesmas. Jadi, tadi dalam satu ruangan ada delapan orang, empatnya adalah kami (Forkopimda Jabar) dan empatnya lagi warga biasa. Mudah-mudahan dengan kami ikut, masyarakat tenang bahwa vaksin ini akan hadir,” kata Kang Emil.

Baca Juga:Dapatkan Hadiah Langsung bjb Poin, Yuk Daftar dan Tingkatkan Transaksi Digitalmu!Empat ASN Sembuh, Pemkab KBB Buka Kembali Pelayanan

“Tolong percaya dan yakin bahwa ini proses yang paling baik dan Insyaallah paling murah dibanding proses lain, karena (vaksin) akan diproduksi oleh industri yang ada di Jawa Barat sendiri. Mohon doanya dari masyarakat agar kami tetap sehat untuk melayani masyarakat dalam situasi pandemi ini,” ucapnya.

Kang Emil pun menegaskan, setelah dimulainya rangkaian sebagai relawan uji klinis vaksin COVID-19, dirinya dan Forkompimda Jabar lain akan tetap beraktivitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mecuci tangan dengan sabun.

“Setelah ini kami akan tetap melakukan kegiatan seperti biasa, tidak ada perubahan. Tetap jaga jarak, pakai masker, rajin mencuci tangan. Hanya nanti dalam prosesnya kalau ada gejala-gejala (setelah mengikuti uji klinis) kami diminta segera melapor,” tutur Kang Emil.

Untuk diketahui, terdapat lebih dari 2.000 orang yang mendaftar menjadi relawan uji klinis fase 3 vaksin COVID-19 Sinovac. Dari jumlah tersebut, dipilih 1.620 orang yang memenuhi kriteria, salah satunya tidak memiliki penyakit bawaan.

Dari dua fase uji klinis sebelumnya di negara asalnya, vaksin Sinovac tidak memberikan efek samping. Hal itu menjadi optimisme tim uji klinis dari Bio Farma dan FK Unpad bahwa proses uji klinis terhadap vaksin Sinovac akan berjalan lancar. (rls)

0 Komentar