Sehari Tambah 13 Kasus Korona di Karawang

Sehari Tambah 13 Kasus Korona di Karawang
SOROT: Seorang perawat berupaya menenangkan rekannya saat pergantian shift mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penye­baran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona. (ILUSTRASI)
0 Komentar

KARAWANG– Kasus terkonfirmasi virus corona di Karawang dari hari ke hari terus bertambah. Bah­kan cenderung tinggi. Ter­baru, per kemarin (24/8) Kepala Bidang Pencega­han dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Karawang, dr. Yayuk Sri Rahayu mengumumkan jumlah kasus positif ber­tambah 13 kasus. Kasus tambahan ini dua kali lipat lebih banyak dibanding sehari sebelumnya yang angka tambahan kasusnya ada lima kasus.

Total saat ini ada 194 orang terkonfirmasi den­gan rincian sembuh 126 orang, masih dalam per­awatan 61 orang dan meninggal 7 orang. Yayuk menutur­kan, ada beberapa klaster penyebaran virus corona baru. Yakni dari PT. DNP sebanyak 19 orang. Serta penularan Covid-19 di Desa Mekarsari, Kecama­tan Jatisari. “Semua yang positif hasil PCR atau swab wajib isolasi di rumah sakit. Untuk kontak erat masih isolasi mandiri di rumah sampai hasil PCR keluar,” kata dr. Yayuk.

Ia menuturkan, sebagai langkah penekanan pe­nyebaran di lingkungan pabrik, jika ada ditemukan kasus penularan maka aktivitas dilane produksi seharusnya untuk sementara dinonaktifkan dulu.­

“Harusnya tidak boleh ada aktivitas dulu,” katanya.

Baca Juga:Pemkot Mulai Sasar Guru Untuk Swab TestPetugas Gabungan Razia Masker, Ada Sanksi Pembayaran Uang Kalau Berulang

Sementara, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karawang, dr. Fitra Herg­yana mengatakan, satu min­ggu terakhir dari tanggal 18 Agustus 2020 sampai Senin 24 Agustus 2020, terdapat penambahan 36 kasus, dari 158 Kasus menjadi 194 kasus terkonfirmasi positif.

“Dalam satu hari ada penambahan 5 sampai 8,” kata Fitra.

Ia membenarkan adanya klaster-klaster baru yang muncul. Yakni klaster Jatisari dan klaster pabrik PT. DNP. Untuk klaster Jatisari dike­tahui berawal dari seorang ibu sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan hasilnya positif terkonfirmasi covid-19. Ternyata ibu tersebut sebe­lumnya pernah manghadiri sebuah hajatan.

“Dari situ kita tracing. Dan didapati 7 orang kontak eratnya positif,” katanya. (bbs/mhs)

0 Komentar