“Kami di sini (kapal Ocean Star 86) dipekerjakan dengan imbalan makan saja. Sehari-hari kami minum air mentah karena tidak punya teko pemanas. Kami ditempatkan bersama ABK Kapal Ocean Star dalam satu kamar berjumlah 12 orang. Kami serba kekurangan, bahkan untuk mandi pun kami menggunakan deterjen sebagai pengganti sabun,” pungkasnya.(job1)
Nasib ABK Terombang-ambing
