Sementara itu di Pendopo massa tampak membawa berbagai poster bertuliskan meminta pembatalan Surat Edaran Mendagri. Bahwa Pilkades serentak di Ciamis harus dilaksanakan.
Ketua APDESI Kecamatan Tambaksari, Jana Sujana mengatakan, meski wilayahnya tidak ikut Pilkades, namun sangat apresiasi dengan aksi demo spontanitas yang dilakukan warga dari 143 desa yang melaksanakan Pilkades.
Karena aksi ini merupakan luapan kekesalan warga, karena tahapan Pilkades sudah selesai dan tinggal nyoblos, Sabtu 15 Agustus. “Makanya sangatlah wajar dengan aksi sampai kepung pendopo, karena mereka kesal dengan Kemendagri,” ucapnya.
Baca Juga:Sah, Demokrat Usung Oting-Wawan, Gerindra?Cekrek Adu Mesra, Jimmy Menghadap ke Prabowo, Cellica Rangkul Nurlatifah
Jana menambahkan, dengan adanya surat Kemendagri alangkah baiknya DPRD Ciamis mengambil sikap dan bisa mengakomodir aspirasi masyarakat.
“Tolong nasib kawan-kawan Calon Kepala Desa untuk diperjuangkan, karena mereka sudah mati-matian kaampanye, tinggal pencoblosan masa harus batal. Anggaran keluar suda besar baik calon atau pemerintah juga,” tuntasnya. (iman s rahman)
