CIHIDEUNG – Gugus Tugas Kota Tasikmalaya meminta warga tidak membuat kegiatan agustusan yang memicu kerumunan. Jika ada yang membandel maka akan ditindak Tim Gugus Tugas.
Momen peringatan hari kemerdekaan yang jatuh pada 17 Agustus selalu disambut semarak oleh masyarakat.
Sudah menjadi tradisi warga di lingkungan masing-masing menyelenggarakan berbagai kegiatan dari mulai perlombaan dan karnaval.
Baca Juga:Kemendagri Tunda Pilkades, Bupati Ciamis Akan MaksaTak Pakai Masker, Perangkat Desa Dihukum Push Up
Akan tetapi, tahun ini situasinya akan berbeda mengingat pandemi sedang terjadi. Euforia kemerdekaan tidak akan dirasakan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Sekda Kota Tasikmalaya, Drs H Ivan Dicksan mengatakan pihaknya sudah menginstruksikan camat supaya tidak ada warga yang menyelenggarakan kegiatan di masa agustusan.
Khususnya kegiatan-kegiatan yang memicu kerumunan. “Kita khawatir terjadi penularan,” ujarnya kepada Radar Tasikmalaya (Radar Garut Group), Senin (10/8).
Tim Gugus Tugas pun akan melakukan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat. Jika ada kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan, maka akan ditertibkan.
“Penindakannya disesuaikan dengan kondisi yang ada, kalau memang berisiko tinggi ya bisa dibubarkan,” katanya.
Meski demikian, bukan berarti ekspresi masyarakat di momen peringatan hari kemerdekaan dilarang. Warga masih bisa melakukan dekorasi di lingkungannya semenarik mungkin. “Kita bisa menghias lingkungan tempat tinggal kita,” ujarnya.
Di tahun ini, upacara hari kemerdekaan dari Pemkot pun akan dilaksanakan di lingkungan Bale Kota. Tidak lagi di Dadaha yang selalu diwarnai hiburan yang menjadi tontonan warga.“Upacara ada, tapi pesertanya terbatas,” katanya.
Baca Juga:Bupati Garut Akan Tutup Kantor PemerintahSepakat Sekolah Pranikah
Bulan Agustus juga biasa dimanfaatkan sebagian warga untuk mengais rezeki dengan menjual pernak-pernik merah putih. Dari mulai bendera, umbul-umbul dan properti lainnya.
Seperti yang dilakukan Solehudin (50), yang berjualan bendera dan pernak-pernik agustusan di kawasan HZ Mustofa. Dia sudah rutin setiap tahun menjual properti tersebut. “Tapi tahun ini penjualannya menurun, mungkin lagi pada enggak punya uang,” ujarnya. (rga)
