oleh

Orang Tua Mulai Keluhkan Boros Kuota, Kadisdikbud Akui Belajar Daring Tidak Efektif

SUBANG – Kendati sudah ada intruksi untuk mewacanakan tatap muka di sekolah oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, sampai hari ini Kabupaten Subang masih memberlakukan pembelajaran daring pada setiap sekolah. Keadaan tersebut, membuat beberapa orang tua siswa mulai mengeluhkan boros kuota.

Warga Subang Dini Setiawati (36) mengungkapkan, kebutuhan anaknya yang saat ini baru memasuki Kelas 5 Sekolah Dasar (SD), hanya dalam seminggu harus menghabiskan kuota hingga 20 GB. Belum lagi ada lagi pengeluaran lainnya. “Satu minggu rata-rata 20 GB habis, harganya Rp45.000 sampai Rp60.000. Kalau sebulan sudah berapa, boros kuota banget kan?” ungkap Dini saat ditemui Pasundan Ekspres, Rabu (22/7).

Baca Juga:  Jenderal Kekaisaran Sunda Akhirnya Beri Klarifikasi, Meskipun Harus Beli Pamper Dulu

Dini berharap, Pemda Subang segera memastikan untuk keberlangsungan sekolah secara normal kembali. Terlebih menurutnya, Subang saat ini sudah termasuk dalam zona dengan resiko rendah untuk penyebaran Covid-19. “Saya harap segera ada kepastian saja. Kasihan sama anak-anak juga kan, kalau terlalu lama libur,” ungkapnya.

Baca Juga: Tahun Ajaran Baru, Sekolah Terapkan Sistem Daring

Menanggapi hal tersebut, Bupati Subang H. Ruhimat akan segera menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Barat, untuk segera menentukan kecamatan yang dinilai aman dari penyebaran covid 19. Sesuai arahan gubernur juga, tatap muka di sekolah baru bisa dilakukan per Kecamatan. Itu juga harus dengan siswa yang domisilinya yang ada di kecamatan tersebut. “Kita akan segera koordinasikan. Kami juga tidak mau gegabah,” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga