oleh

Buruh Tekstil Mogok Kerja

BANDUNG – Sejumlah buruh Pabrik Tekstil CV Sandang Sari, di Jalan AH Nasution, Kota Bandung, menggelar aksi mogok kerja, pada tanggal 12- 14 Mei 2020 lalu. Protes itu dilakukan menyusul kebijakan perusahaan membayar upah sebesar 35 persen selama pandemik Covid-19, serta mengangsur pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi buruh secara sepihak.

Alih-alih tuntutan dikabulkan, sebanyak 210 buruh malah diperkarakan ke Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A, dengan tuduhan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Mereka digugat ganti rugi sebesar Rp12 miliar.

Tak hanya itu, aksi tersebut berujung pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak oleh perusahaan kepada 10 orang Pengurus Inti Serikat Buruh Mandiri Federasi Serikat Buruh Militan (SBM F SEBUMI).

“Sebagai upaya terakhir untuk mencari keadilan kami kemarin sempat aksi lagi, namun tetap tidak ada satu point pun tuntutan buruh yang diselesaikan,” kata Divisi Hukum dan Advokasi, SBM F SEBUMI, Sri Hartati, Rabu (10/6).

Sri menjelaskan, berdasarkan Surat Panggilan (relass) dari Pengadilan Negeri Bandung, 210 buruh akan menjalani sidang perdana tanggal 23 Juni 2020. Dalam gugatannya, akibat aksi buruh, perusahaan mengaku mengalami kerugian material Rp 2 miliar dan immaterial Rp 10 miliar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga