Kalau benar, ini sangat mencoreng ilmuwan kita. Bahkan negara kita.
Bagaimana bisa –seperti diumumkan lembaga pengawas nuklir
Indonesia kemarin –ditemukan sumber radiasi nuklir di perumahan di Serpong,
dekat Jakarta.
Tepatnya di sebuah tanah kosong di komplek perumahan Batan
Indah.
Itulah perumahan yang dibangun untuk dibeli karyawan yang
terkait dengan Pusat Penelitian Teknologi (Puspitek) Serpong.
Di kawasan lebih 200 hektar itu ada Badan Tenaga Nuklir Nasional
(Batan), ada reaktor nuklir skala kecil, ada Badan Pengawas Nuklir
(Bapeten), ada BUMN Industri Nuklir Indonesia (PT Inuki), dan ada Institut
Teknologi Indonesia (ITI).
Baca Juga:ePaper Jabar Ekspres Edisi 17 Februari 2020Awas Kecolongan! Rencana Pembangunan Waterboom di Pagerwangi Lembang Diduga Ilegal
Tanggal 30 dan 31 Januari lalu Bapeten mencoba alat yang baru
dibeli. Yakni alat pendeteksi radiasi.
Sudah menjadi kewajiban Bapeten untuk memonitor bocor tidaknya
reaktor nuklir milik Batan di situ.
Umur reaktor itu sudah 40 tahun. Tapi belum bisa dikatakan tua
untuk usia sebuah reaktor. Hanya teknologinya yang sudah agak ketinggalan.
Daerah yang diperiksa alat itu meliputi sekitar stasiun kereta
api Serpong, ITI, Puspitek, dan sekitarnya.
Semuanya aman. Tidak terdeteksi adanya radiasi.
Tapi ketika membawa alat itu ke komplek perumahan Batan Indah
muncullah tanda: ada radiasi di situ.
Ini sebuah keanehan yang menggelikan.
Di sekitar reaktor sendiri tidak ditemukan adanya radiasi.
Justru di perumahan yang jauh terdeteksi radiasi. Jarak Batan Indah dengan
reaktor itu sekitar 3 kilometer.
Ini sungguh lelucon yang menjengkelkan. Terutama bagi kita
yang concern bahwa nuklir adalah masa depan kita.
Ambyar!
Baca Juga:Temukan 150 Ton Bawang Putih di Karawang, Polda Jabar Periksa Perusahaan ImportirDansektor 9 Marah Besar PT Combhiphar Masih Buang Limbah Tanpa Diolah
Ketika alat pendeteksi itu dibawa keliling di Batan Indah
ditemukanlah titik pusat radiasi. Di situlah sumber radiasi itu: di sebuah
tanah kosong di sela-sela rumah.
Di situlah sinyal terkuat radiasi muncul: di dalam tanah di
situ.
Bapeten pun melakukan penggalian. Di situlah terkubur
benda-benda yang pernah berhubungan dengan produk nuklir.
Kelihatannya itu bukan kuburan baru. Tapi tidak diketahui sudah
berapa lama terkubur di situ.
Kalau pun ada orang yang sudah terkena radiasi juga belum
