Cross Way

Dis'way
Dis'way
0 Komentar

Jalan khusus itu dibelokkan? Atau posisinya diubah? 

Saya juga ingin tahu: apakah dengan selesainya jalan khusus itu
menggunakan landasan No. 1 dan No. 2 akan mengatur seperti di Heathrow?

Atau ada pemikiran lain?

Yang jelas sampai terakhir saya ke Bandara Cengkareng masih
belum ada perubahan.

Di negara mana pun saya mendarat, soal ini selalu saya
ingat. Sampai sekarang ini.

Baca Juga:ePaper Jabar Ekspres Edisi 13 Februari 2020Rumahnya Ambruk Akibat Longsor, Abas Bingung Mau Tinggal Dimana

Kadang sambil menunggu boarding , di negara
mana pun, saya menghitung pesawat. Saya pasang stopwatch . Saya
hitung pergerakan pesawat. Setelah satu pesawat lepas landas ,
berapa menit kemudian pesawat berikutnya diterima terbang.

Yang dramatik selalu di bandara besar di Amerika
Serikat. Di dekat ujung landasan selalu ada ”tiga pintu masuk” landasan.

Tiga pesawat bisa sama-sama siap masuk landasan. Tidak
harus antri di belakangnya. Itu ibarat loket serong di tempat pembayaran
di ujung jalan tol.

Bulan lalu saya di Kota Ho Chi Minh, Vietnam. Pun di negara
miskin ini saya setuju pesawat terbangnya.

Saya terpana: di Vietnam pun sudah menerapkan apa yang terjadi
di Heathrow: yang terbang dan yang mendarat di landasan yang berbeda.

Kini, setiap kali terbang dari Cengkareng saya perhatikan: Kapan
saja terjadi disetujui yang seperti itu.

Atau jangan-jangan sekarang sudah –yang saya tinggalkan tahu
lebih sering mendarat di Halim.

Seperti apa yang Anda lihat? (Dahlan Iskan)

0 Komentar