Penjualan dilakukan di sekolah dan secara online tergantung pesanan dengan harga lima ribu rupiah sampai Rp 10 ribu. Setelah mendapatkan pelatihan dan modal usaha pada Oktober 2019, mereka mendapat keuntungan Rp 50 ribu setiap kali berjualan.
“Cara kami berjualan lebih terarah karena diberi tahu strategi produk sampai marketing. Jadi tujuannya jelas dan membuat kami lebih semangat,” kata Susilawati (16), murid kelas 2 SMK Plus Al-Aitaam. (fid)
