Edhy mengklaim, bahwa budidaya ikan dengan cara seperti itu bisa menyerap lapangan pekerjaan bagi masyarakat, sehingga angka pengangguran di Indonesia akan lebih menurun. ”Peluang budidaya ikan sangat besar, membangun sentra perikanan budidaya, dan bisa menumbuhkan lapangan pekerjaan dan devisa bagi negara. Selain itu target yang lainnya bahwa banyak makan ikan bisa mencegah stunting,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Bandung Dadang M. Naser mengkalim sepanjang tahun 2019 produksi ikan Kabupaten Bandung mencapai 18.000 ton, atau meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 14.543 ton.
Dadang menjelaskan, capaian tersebut turut didorong oleh potensi dalam pengembangan budidaya ikan. Tercatat wilayah budidaya pembenihan mencapai 279,86 hektar yang tersebar di 7 kecamatan. Sementara pengembangan budidaya pembesaran ikan tercatat memiliki luas 1.230 hektar di 10 kecamatan.
Baca Juga:Minta Tanggungjawab KCICKomisi III Sidak ke Lokasi Taman Kartini
”Meskipun produksi ikan ada kenaikan, namun kami akan terus meningkatkan konsumsi ikan di Kabupaten Bandung. Diantaranya melalui pencanangan Kampung Lauk di sejumlah desa, salah satunya di Desa Lampegan Kecamatan Ibun,” akunya.
Menyikapi berkurangnya ketersediaan sumber air dan penurunan kualitas air, lanjut Dadang, pihaknya juga akan mendorong budidaya ikan minapadi dan pengembangan teknologi budidaya ikan dengan kolam terpal seperti di Desa Parungserab.
”Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Bandung, kami mengucapkan terimakasih kepada KKP yang telah memberikan bantuan berupa pakan dan benih ikan. Ini merupakan bentuk kepedulian dari kementerian sekaligus wujud implementasi sabilulungan,” jelas Dadang.
Dirinya berharap, kegiatan tersebut dapat mendukung dan memajukan usaha pembudidaya ikan di wilayah Kabupaten Bandung. ”Melalui kegiatan ini, kami berharap budidaya ikan dapat berjalan secara berkelanjutan, sehingga berdampak pada aspek ekologi, sosial dan ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung,” pungkasnya. (yul/rus)
