Narkoba Jenis Pil ’CC’ Trend Dikalangan Pelajar Cimahi

Narkoba Jenis Pil ’CC’ Trend Dikalangan Pelajar Cimahi
PERLIHATKAN BARBUK: Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kota Cimahi, Samsul Anwar (kiri) bersama Kepala BNN Kota Cimahi Ivan Eka Satya memerlihatkan barang bukti (Barbuk) berbagai macam jenis obat-obatan terlarang yang berhasil disita.
0 Komentar

”Ada juga pelaksaaan kegiatan tes urine selama tahun 2019 terhadap 956 orang terdiri dari,” tandasnya Ivan.

Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kota Cimahi, Samsul Anwar menambahkan, penggunaan narkotika jenis obat-obatan terlarang itu kebanyakan menggunakan trihexipinidil dan tramadol. Obat-obatan terlarang itu biasa disebut pelajar dengan istilah ‘CC’.

”Paling banyak kasusnya di kalangan pelajar itu trihexipinidil, heximer dan tramadol. Kalau mereka biasa nyebutnya ‘CC’. Kalau dewasa lebih ke golongan benzo,” bebernya.

Baca Juga:Dinsos Mengklaim tahun 2019 Angka Kemiskinan MenurunDukung Tambah Fasilitas Al Ihsan

Dikatakan Samsul, rentannya penggunaan obat terlarang di kalangan pelajar itu dikarenakan ‘CC’ lebih mudah didapat. Selain itu harganya lebih terjangkau.

”Kalau trihexipinidil yang diungkapkan mereka (pecandu) itu yang palsu, tidak dari apotek. Tapi beredar lewat teman-temannya. Biasanya dijual sembunyi oleh oknum tak bertanggung jawab,” ungkap Samsul.

”Kalau sensasinya itu ada yang halusinasi, ada juga yang membuat dia lebih tenang karena obat anti depresi,” sambung Samsul.(mg3/ziz)

0 Komentar