Ada Ulama, Pengusaha dan Politisi

Ada Ulama, Pengusaha dan Politisi
BANTU KERJA: Presiden Joko Widodo memberikan stetmen kepada awak media di Istana Negara terkait penunjukan Watimpres yang baru saja dikukuhkan belum lama ini.
0 Komentar

JAKARTA – Presiden Joko Widodo melantik sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2019-2024 pada Jumat (13/12). Mereka berasal dari politisi, pengusaha, hingga ulama. Mantan Menkopolhukam Wiranto ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres.

“Ini masalah pengalaman. Track record Pak Wirano sudah panjang. Baik di pemerintahan maupun TNI. Beliau juga sudah menangani banyak masalah. Karena tugas Wantimpres adalah memberikan pertimbangan kepada Presiden. Karena itu dibutuhkan yang berpengalaman,” tegas Jokowi usai pelantikan sembilan Anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/12).

Menurutnya, semua yang dipilih menjadi anggota Wantimpres memiliki rekam jejak, dan pengalaman di bidang masing masing. “Mereka juga memiliki kapabilitas dan integritas, mereka memiliki kapasitas memberikan pertimbangan kepada Presiden. Baik diminta maupun tidak,” imbuhnya.

Baca Juga:Hadapi Nataru, Bandung Diklaim Kondusif330 Petenis Usia Muda Disiapkan untuk Regenerasi Atlet PON 2020

Masing-masing Anggota Wantimpres memiliki keahlian yang berbeda-beda. Ada yang berkaitan dengan sosial, keagamaan, ekonomi, ekonomi kecil. Jadi banyak ragamnya,” lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Soal Oesman Sapta Oedang atau OSO yang mundur, Jokowi mengakui memang sempat dipilih menjadi anggota Wantimpres. “Namun, di Wantimpres tidak boleh merangkap di politik. Sehingga Pak OSO menyampaikan kepada Mensesneg Pratikno bahwa beliau lebih mencintai partai. Sehingga mundur dari Wantimpres,” terangnya.

Pelantikan Ketua dan Anggota Wantimpres itu berdasar Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 137/L/2019 tanggal 12 Desember 2019. Berdasar Keppres itu, Wiranto menjabat sebagai Ketua merangkap Anggota Wantimpres.

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut kesembilan tokoh yang dilantik sebagai Anggota Wantimpres sudah mewakili setiap unsur. Dia berharap Wantimpres yang ditunjuk bisa memberikan pertimbangan yang strategis dan konkret kepada Presiden. Khususnya, dalam membangun bangsa dan negara.

“Saya harap kepada Wantimpres bisa membantu memberikan pertimbangan. Karena Wantimpres itu tugasnya memberi pertimbangan strategis dan konkret saat dimintai presiden membangun bangsa dan negara,” tutur Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/12).

Terpisah, mantan Gubernur Jatim Soekarwo alias Pakde Karwo, mengaku sebelum dilantik sebagai anggota Wantimpres sudah keluar dari Partai Demokrat. Dia mengatakan telah berkomunikasi dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Sudah. Saya sudah menyampaikan ke Pak SBY. Beliau pada prinsipnya mempersilakan. Karena memang aturan perundangannya nggak bisa merangkap di parpol,” kata Pakde Karwo. (rh/fin)

0 Komentar