Bangun Klinik Kesehatan Hewan di Pusat Perkotaan

Bangun Klinik Kesehatan Hewan di Pusat Perkotaan
BERIKAN VAKSIN: Seorang petugas dari kesehatan hewan tengah memberikan suntikan anti rabies kepada anjing peliharaan.
0 Komentar

NGAMPRAH– Dinas Peri­kanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan membangun klinik keseha­tan hewan di pusat perko­taan, tepatnya di Jalan Ci­mareme, Kecamatan Ngam­prah pada tahun depan.

Hadirnya fasilitas keseha­tan hewan tersebut bertu­juan untuk melayani peme­riksaan kesehatan hewan, terutama dalam mencegah rabies di KBB.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan pada Di­nas Perikanan dan Peterna­kan KBB Wiwin Aprianti menjelaskan, dengan ha­dirnya klinik kesehatan hewan ini sebagai upaya untuk mencegah penyakit rabies bagi anjing dan ku­cing. “Jadi masyarakat yang memiliki hewan anjing dan kucing peliharaan yang ren­tan terkena rabies, bisa di­bawa ke klinik tersebut untuk dilakukan pencega­han,” ujarnya di Ngamprah, Senin (18/11).

Baca Juga:Suhu Cimahi Dimalam Hari Berkisar Hingga 24 DerajatOptimalkan Wakaf dan ZIS untuk Bangun Masjid

Dia menuturkan, klinik kesehatan hewan tersebut akan berfungsi layaknya puskesmas untuk manusia. Para pemilik hewan bisa datang langsung ke klinik tersebut untuk memeriksa­kan hewan peliharaan me­reka.

Tak hanya rabies, klinik tersebut juga bisa melaya­ni pemeriksaan penyakit-penyakit lainnya yang ren­tan terjadi pada hewan peliharaan. “Kebanyakan biasanya infeksi virus pada hewan, dan itu akan di­layani juga di klinik,” ujar­nya.

Sejauh ini, Pemkab Bandung Barat memiliki dua klinik kesehatan hewan, yakni di Kecamatan Cisarua dan Kecamatan Gununghalu. Setiap klinik tersebut me­miliki spesifikasi pelayanan yang berbeda bergantung pada kondisi daerah setem­pat.

Di Cisarua misalnya, tipe pelayanan klinik lebih ba­nyak menunggu pasien daripada datang langsung ke tempat pasien setelah mendapatkan laporan (host call). Sementara di Gunung­halu, petugas klinik lebih banyak mendatangi langs­ung ke tempat keberadaan hewan yang akan diperiksa.

“Kalau untuk klinik di Ci­mareme nanti, itu seperti puskesmas. Jadi, pemilik hewan langsung datang ke klinik, dan petugas sudah siap berjaga dan meme­riksa di klinik,” ujarnya.

Lebih jauh Wiwin men­gungkapkan, pihaknya me­nargetkan keberadaan 5 puskeswan di Bandung Barat. Dengan demikian, setiap puskeswan bisa me­layani kebutuhan di 3-4 kecamatan dari total 16 kecamatan.

0 Komentar