oleh

Cimahi Masuk Daerah Rawan Bencana

CIMAHI – Badan Penangguulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Sebab menurut prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikal (BMKG), curah hujan kemungkinan mulai turun November mendatang.

Sebab, Kota Cimahi termasuk rawan bencana hidrometeorologi atau rawan bencana seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga angin puting beliung.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Cimahi, Rezza Rivalsyah di sela-sela sosialisasi ‘Daerah Rawan Bencana Banjir, Banjir, Tanah Longsor dan Puting Beliung yang digelar di Vila Neglasari, Cibabat, Kota Cimahi, Selasa (8/10).

”Siaga darurat kemarau akan berakhir 31 Oktober lalu kita akan menghadapi potensi bencana musim hujan. Misalnya bencana longsor, kita mengingatkan lagi masyarakat, apalagi yang sudah terdampak,” imbuhnya.

Salah satu yang paling rawan bencana di Kota Cimahi adalah tanah longsor. Sebab dari data yang didapat oleh BPBD Kota Cimahi, kondisi tanah di Cimahi ternyata memiliki soliditas yang cukup rendah ketimbang wilayah lainnya.

”Ternyata tanah Cimahi bekas letupan gunung berapi, kekuatannya beda dengan daerah lain yang bukan dari gunung meletus. Kalau kemarau tanahnya renggang, kalau musim hujan potensi longsornya besar karena terisi air,” terangnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga