Seperti yang dilansir Fajar Indonesia Network (FIN) Pemprov pun siap merekontruksi dan merehabilitasi aset-aset milik pemerintah daerah serta toko dan kios masyarakat yang rusak juga terbakar.
“Penanganan mendesak kini adalah untuk mengevakuasi korban kerusuhan baik yang meninggal maupun yang luka-luka,” kata Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura, Senin (30/9).
Dia menjelaskan, untuk saudara-saudara dari suku bangsa Minangkabau, Makassar, Bugis, Toraja, Minahasa, Jawa, Madura, Sunda, Maluku dan Nusa Tenggara dan suku bangsa Indonesia lainnya di manapun berada.
Baca Juga:Pastikan Pelajar Tak Ikut Demo, Pemkot Cimahi Pantau KBMJosel Siap Bersaing dengan Pemain Asing di Lini Depan
Selain itu, Lukas mengatakan pihaknya menyediakan makan dan minum serta kebutuhan hidup mendesak lainnya bagi masyarakat yang mengungsi di Kodim dan Polres serta gereja juga masjid.
“Permohonan maaf dan rasa belangsungkawa sebesar-besarnya bagi masyarakat yang menjadi korban kerusuhan di Wamena pada 23 September 2019,” ujarnya.
Terpisah, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan dengan nilai Rp3,8 miliar lebih untuk membantu korban kerusuhan di Wamen.
“Dalam rangka penanganan penyintas pascakerusuhan di Wamena, Kementerian Sosial memberikan layanan pemenuhan kebutuhan dasar berupa bantuan logistik bagi kelompok rentan serta pemulihan usaha ekonomi warga,” kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulisnya.
“Total bantuan yang akan diserahkan (nilainya) Rp3.890.500.000 dalam bentuk logistik, usaha ekonomi produktif, dan santunan bagi ahli waris korban meninggal,” tambahnya.
Bantuan pemerintah antara lain diberikan dalam bentuk pelayanan dapur umum bagi 5.000 orang, 1.500 paket perlengkapan pakaian anak, 1.500 paket perlengkapan pakaian pria, 1.500 paket perlengkapan pakaian perempuan, 2.500 matras, 1.500 tenda gulung atau terpal, dan 2.500 selimut.
Selain itu, Kementerian Sosial memberikan 100 paket bantuan usaha ekonomi produktif dan akan menyalurkan santunan kepada ahli waris 32 korban kerusuhan Wamena yang meninggal dunia masing-masing Rp15 juta.
Baca Juga:Fokus Penguatan Fisik PemainPersebaya Surabaya Tumbang Ditangan Mantan Pelatih
Kerusuhan yang terjadi dalam demonstrasi yang berlangsung di Wamena menyebabkan 32 orang meninggal dunia, 77 orang terluka, dan 9.240 warga mengungsi. Sementara 224 mobil dan 150 sepeda motor terbakar serta menimbulkan kerusakan 165 rumah, 20 kantor, dan 456 tempat usaha milik warga.
Menurut data Kementerian Sosial, sebanyak 8.617 warga mengungsi di 25 posko pengungsian yang tersebar di Wamena dan 523 warga mengungsi di lima lokasi di Jayapura. (fin/yan).
