’’Tadi (kemarin, red) setelah rapat paripurna kami mengundang fraksi-fraksi dan menyampaikan apakah tetap menggunakan tatib lama atau akan merevisi tatib itu. Kami masih menunggu hingga Kamis (15/8) ini. Jika enggak perlu direvisi, maka tetap menggunakan tatib lama,’’ terangnya.
Sebagai pimpinan sementara DPRD Kota Bandung masih memiliki dua tugas penting lainnya yang harus dituntaskan. Yaitu bertugas memfasilitasi pembentukkan tatib DPRD Kota Bandung dan akan memproses pengajuan nama-nama pimpinan DPRD Kota Bandung definitif.
“Kalau pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) nantinya dibentuk oleh pimpinan definitif,” sebutnya.
Baca Juga:Akses Masuk ke Gedung DPRD DiperketatUr-Scape Akan Bidik Data Gender Kota Bandung
Disebutkan, terdapat empat partai yang berhak menduduki kursi pimpinan DPRD Kota Bandung. Yaitu dari PKS akan menduduki sebagai pimpinan ketua, Gerindra sebagai wakil pimpinan satu, PDIP menduduki wakil pimpinan kedua, dan Golkar menduduki posisi wakil pimpinan ketiga.
“Kami sudah menyampaikan surat kepada DPD tinggkat kota ke empat partai tersebut. Lalu kami tunggu nama-nama yang diajukan sebagai calon pimpinan DPRD definitif yang nantinya akan digelar paripurna lagi untuk ditetapkan,” katanya.
Pihaknya kata Yudi, menarget pembentukan pimpinan DPRD Kota Bandung definitif akan terlaksana paling lambat akhir agustus bulan ini.
“Kami target akhir agustus ini udah tuntas. Karena untuk pembentukan fraksi-fraksi saja sebenarnya punya waktu sebulan ke depan, namun kami bisa selesaikan hanya dalam waktu sepekan,” akunya.
Lebih jauh Yudi menekankan, pihaknya sengaja bekerja lebih cepat supaya dapat menuntaskan agenda-agenda dewan selanjutnya.
“Seperti pembentukan fraksi-fraksi ini kami percepat karena masih ada agenda lain yang harus segera kami tuntaskan terutama terkait pembahasan APBD 2020,” sebutnya. (mg6/yan)
