”Sebanyak 14.710 ekor yang diperiksa dari 212 tempat penjualan. 12.757 ekor dinyatakan sehat dan layak dijual sedangkan 1.845 ekor belum cukup umur, kebanyakan domba. 110 ekor sakit,” ujar dia.
Tisna mengimbau kepada para pedagang hewan kurban di Kabupaten Bandung agar tidak menjual hewan yang masih belum cukup umur dan memisahkannya dari hewan yang sehat. ”Kalau masih membandel, kita terus edukasi pedagang dan konsumen dengan pendekatan agama,” jelasnya.
Menanggapi imbauan memakai besek untuk menyimpan daging kurban, dirinya mendukung langkah tersebut. Sebab hal itu merupakan langkah mengurangi pemakaian plastik. Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi. ”Kita menyambut baik imbauan tersebut. Tapi jadinya seperti dadakan tapi gak papa, mulai tahun ini tahun depan jadi kebiasaan,”akunya.
Baca Juga:Kaji Kemungkinan Lakukan OPMEthnic Food 2019 Kembangkan Diversifikasi Berbahan Baku Ikan
Sementara itu, salah satu pedagang hewan kurban lembu sakti Agus Salam mengungkapkan, jika pada tahun 2018 dirinya menyediakan hampir 200 ekor sapi. Namun pada 2019 hanya menyiapkan 120 ekor sapi yang diperoleh dari wilayah Jawa Barat.
”Tahun lalu 2018 siapin 200 sapi dan yang terjual 170 ekor sapi. Sekarang nyiapin hanya 120 ekor sapi dan yang terjual sekitar baru 113 ekor, saat ini kenaikan harga satu ekor sapi berkisar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta,” pungkasnya (rus)
