Kemendikbud Sepakat Rombak SMK

Kemendikbud Sepakat Rombak SMK
0 Komentar

membuat sistem pendidikan vokasi,” katanya.

Emil juga menyebut, selama lima bulan ke depan, Pearson akan
menyusun sistem pendidikan kejuruan yang baik diterapkan di Indonesia.
Sehingga, pada 2020, SMK percontohan yang siap menyambut industri 4.0 dapat
dibentuk.

Saat ini, lanjut Emil, pihaknya melalui Dewan Pendidikan
Provinsi Jawa Barat tengah mengevaluasi SMK mana saja yang sudah tidak relevan
dengan perkembangan teknologi.

Emil menyatakan, setelah formula sistem pendidikan kejuruan
dibuat, pihaknya akan mengevaluasi pengetahuan guru. “Guru yang jadul akan
kita upgrade juga,” ucapnya.

Baca Juga:PDIP Sambut Positif dengan Hadirnya Poros Baru di DPRD10 Heritage di Cimahi Lolos Verifikasi Cagar Budaya

Sedangkan, perwakilan Pearson mengatakan, sistem pendidikan
kejuruan mereka sudah diterapkan di sejumlah negara, seperti Malaysia, Vietnam,
Tiongkok, dan Mexico.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar Dewi
Sartika mengatakan tujuan utama evaluasi SMK ini untuk mencetak lulusan yang
sesuai dengan kebutuhan industri. Terlebih dengan adanya proyeksi kawasan
ekonomi khusus di beberapa wilayah.

“Artinya kalau kawasan ekonomi harus ditunjang oleh SDM
mumpuni, kita ingin yang kerja di sana warga jabar. Pak gubernur menyampaikan
coba SMK harus sudah dievaluasi. Evaluasi itu agar link and match dengan dunia
industri,” kata Dewi ketika ditemui di Gedung Sate belum lama ini.

Menurutnya, kebutuhan industri yang beragam dari
masing-masing wilayah, dunia pendidikan juga harus mau menyesuaikan. Apalagi,
dengan perkembangan teknologi yang mempengaruhi cara operasional industri.

“Sekarang contoh akuntansi, banyak kompetensinya,
muridnya juga banyak. Tapi kan sekarang akuntansi sudah pakai digital. Artinya
kita harus sudah merevitalisasi yang akuntansi, kita ubah menjadi sesuai dengan
industri berkembang misalnya manufaktur,” tutur Dewi.

Dia juga mencontohkan Sukabumi yang banyak terdapat SMK
pertanian. Namun, nyatanya saat ini industri manufaktur di kawasan tersebut
juga berkembang pesat. Hal itu tidak didorong ketersediaan SDM khususnya
lulusan SMK.

“Artinya kita harus ubah, jangan lagi terlalu banyak
pertanian di sana. Karena ubah kejuruan itu boleh. Itulah kenapa banyak
pengangguran, karena lulusannya gak nyambung dengan kebutuhan industri,”
ucapnya.

Baca Juga:Anggaran Pilkada 2020 Belum Ketuk PaluPertemuan Prabowo-Megawati Harus Disyukuri

“Termasuk juga di Kota Bandung. Banyak dibutuhkannya
jasa pariwisata dan perhotelan. Kita dorong di luar itu ke sana,” ucap Dewi

0 Komentar