Dia menyakini, Ridwan Kamil sudah merancang berbagai masjid dengan niat yang baik tanpa bermaksud menambahkan simbol-simbol yang dinilai erat kaitannya dengan illuminati.
Kendati begitu, akibat adanya polemik ini masyarakat merasa khawatir dengan kemiripan beberapa gaya geometris dengan simbol illuminati.
“Kami akan kaji sejauh mana dampaknya merusak keimanan. Semuanya sepakat bahwa keimanan itu keyakinan, bukan pengandaian. Bahwa ini berdampak tapi jangan pengandaian karena ini perlu kajian,” ujarnya.
Baca Juga:Pramuka Kota Bandung Harus Berjiwa EnterpreneurTak Perlu Impor Minyak Mentah Lagi
Syafei mengatakan sangat memahami kekhawatiran ini. Sebagian orang, katanya, berpendapat secara simbolik maupun tekstual, dan semuanya harus dihargai.
’’Semua itu tidak bertentangan dengan kaidah ilmu usul fikih dan ilmu tafsir. Walaupun berbeda, katanya, wajar saja karena itu pandangan pribadi,’’ tutup Syafei. (yan)
