CIMAHI – Komplotan spesialis pencurian helm masih berkeliaran di area parkir Pemerintahan Kota (Pemkot) Cimahi, Jalan Demang Hardjakusumah. Para pencuri itu kembali beraksi pada Senin (29/4).
Korbannya kali ini seorang pengunjung bernama Nur Azis, 40. Ia menjadi korban ketiga hanya dalam sehari ini saja, setelah sebelumnya ada dua Anggota Satpol PP Kota Cimahi yang juga kehilangan helm di tempat yang sama.
”Iya helm saya tadi hilang. Tadi di simpan di motor. Tadi ada keperluan ke sini, pas mau pulang helm udah gak ada,” kata Nur Aziz saat ditemui di area Parkir Pemkot Cimahi.
Baca Juga:JK: Layanan Kesehatan di Singapura Lebih Baguse-Paper Jabar Ekspres Edisi 30 April 2019
Nur Azis tiba di Pemkot Cimahi sekitar pukul 14.15 WIB, untuk mengurus keperluan. Ia mengaku sudah sering parkir di tempat yang sama, dan meyakini keamanannya terjamin. Sebab, ada petugas keamanan yang menjaga.
Tapi, setelah kejadian ini, ia mengaku kecewa dengan pengamanan di Pemkot Cimahi. Terlebih lagi ketika melihat petugas keamanan hanya berkumpul di satu titik saja.
”Satpam-nya malah diam aja lagi. Lebih parahnya lagi gak ada CCTV di sini,” tandasnya.
Yanto, salah seorang Anggota Satpol PP Kota Cimahi mengungkapkan, sebelum kejadian ini, ada dua rekannya yang mengalami hal serupa. Helmnya hilang ketika parkir di Plaza Rakyat Cimahi, yang merupakan area parkir satu-satunya bagi kendaraan roda dua di Pemkot Cimahi.
”Iya tadi juga ada anggota Satpol PP yang hilang helmnya. Sebelumnya juga ada yang kehilangan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum dan Protokol Setda Kota Cimahi, Rukandi Juliardi mengakui, pihaknya memiliki keterbatasan dalam sistem pengamanan. Termasuk belum terpasangnya kamera pengintai atau CCTV.
Parahnya, CCTV itu tidak diajukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni tahun 2019. Alasannya, anggaran tahun ini sangat terbatas. Pihaknya baru akan mengajukan pemasangan CCTV dalam anggaran perubahan.
Baca Juga:ITB Gelar Seminar Industri Menuju Satu AbadBalad Badega Menjadi Penjaga Desa Sayati
“Kita sekarang anggaran banyak keterbatasan, jadi kita memohon segala sesuatunya belum dipenuhi. Kita ingin coba mudah-mudahan di ABT (APBD perubahan) bisa direalisasikan,” ungkapnya.
