CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi membuka seleksi terbuka atau open bidding untuk posisi Seketaris Daerah (Sekda), Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) secara bersamaan.
Kepala Badan Pengelolaan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Daerah (BPKSDMD) Kota Cimahi, Ahmad Saefulloh mengungkapkan, pihaknya sudah membuka pendaftaran sejak 9 April hingga 23 April 2019.
”Pendaftar ada 21 orang. Untuk yang melamar jadi Sekda ada delapan orang, Kasatpol sembilan dan Dishub empat orang,” ungkap Ahmad, di Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi, Jalan Demang Hardjakusuma, Jumat (26/4).
Baca Juga:Pusatkan di DisnakerLahan Kritis Citarum Jadi Sentra Buah Buahan
Menurutnya, semua yang ikut seleksi berasal dari internal atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot yang sudah memenuhi syarat.
”Sebenarnya seleksi terbuka untuk ASN luar Cimahi juga. Kami bahkan sudah mengirim surat undangan kepada daerah luar Cimahi. Tapi sampai batas akhir pendaftaran dan penerimaan berkas persyaratan, tidak ada satupun pelamar dari luar Kota Cimahi. Termasuk pelamar posisi Sekda Kota Cimahi,” ujarnya.
Dia menjelaskan, setelah pengumuman para pelamar sendiri masih akan mengikuti berbagai tahapan lelang jabatan yang sudah dijadwalkan.
”Setelah pengumuman hasil seleksi administrasi, mereka akan mengikuti seleksi kompetensi bidang, seleksi kompetensi manajerial atau assesment, seleksi kompetensi bidang atau wawancara sebelum akhirnya disampaikan ke Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK),” jelasnya.
Setelah disampaikan ke PPK, lanjutnya, para pelamar yang lolos harus menjalani tes kesehatan.
”Kemudian, hasilnya diserahkan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), hingga akhirnya dilantik,” tandasnya.
Terpisah Wali Kota Cimahi, Ajay Muhamad Priatna mengakui, jika memang dirinya mengeluarkan surat edaran agar para pejabat mengikuti seleksi terbuka untuk pengisian Sekda, Kasatpol PP dan Kadishub Kota Cimahi.
Baca Juga:77 Alumni STP Bandung Berbagi Wawasan Industri KepariwisataanPedagang Pasar Ciwidey Berdamai
”Surat edara itu bukan paksaan, tapi hanya imbauan saja. Sayangkan ada kesempatan untuk mengembangkan karir kalau tidak dimanfaatkan,” terang Ajay.
Saat disinggung sepinya peminat ASN untuk mendaftar sebagai Sekda apakah dampak dari kejadian saat pemilihan Sekda di Kota Bandung, Ajay menampik hal itu. Namun demikian dia pun kurang mengetahui sepinya pelamar dari luar Cimahi.
